Europhia-6: “JE M’APPELLE MICKEY!”

FullSizeRender-43Paris dimata banyak orang adalah kota paling menarik di Eropa, bahkan dianggap sebagai salah satu kota terindah di dunia. Lebih dari 14 juta pengunjung dari seluruh dunia melakukan perjalanan ke kota abad 19 ini setiap tahun, untuk menikmati suasana ibukota Perancis yang sarat inspirasi, museum, seni dan fashion. Beberapa ikon kota yang menjadi objek wisata utama, antara lain adalah gereja Katedral Gothic Notre Dame, Museum Louvre dan tentunya Menara Eiffel.

Namun ternyata, ada orang yang lebih memilih Disneyland ketimbang landmark kota yang menjadi bucket-list kebanyakan orang, saat pertama kali menginjakkan kaki di Paris. Ada. Teman saya, Welah. Saking ngefans-nya dengan theme-park legendaris ini, ia bela-belain beli tiket masuk Disneyland untuk dua hari, padahal rencana kami selama di Paris hanya 3 malam. Jauh hari sebelum liburan kami ke Eropa (baca: Europhia-1), Welah mengirim email ke saya: 

Tiket 2 Hari Disnyeland“Aku mau ke Disney dua hari! Di Paris ada dua park, Disneyland (DL) dan Walt Disney Studio (WDS). Rencananya begini: 1st day, beli tiket yang bisa ke DL dan WDS (1day/2park: Rp.790.000) dan 2nd day, beli tiket yang ke DL aja (1day/1parks:  Rp.575.000) total Rp.1.365.000/orang. Ini link-nya: disneylandparis.com/tickets – Aku mau kesananya dari buka jam 10 pagi sampai tutup, jam 12 malam,” tambahnya. Waduh!

Perjalanan kami dengan kereta malam Trenitalia dari Venesia, Itali (baca: Europhia-5) memakan waktu sekitar 14 jam. Harga tiket sebesar EUR 55/IDR 800.000 per orang kami beli melalui http://www.trenitalia.com, karena tidak termasuk dalam paket Eurail kami selama di Eropa. Kereta berangkat pada jam 7:20 malam dengan pilihan gerbong berisi 6 orang, lengkap dengan tempat tidur. Kami tiba di Paris pada jam 9 pagi.

FullSizeRender-41Dari stasiun kereta Gare Saint-Lazare kami menuju ke penginapan yaitu Wilson Opera Hotel. Hotel berkategori butik ini terletak dikawasan bisnis, dekat dengan gedung Opera Paris dan tempat-tempat favorit lainnya. seperti Madeleine, Galeri Lafayette dan Champs-Elyses. Sengaja, kami memilih hotel ini karena juga dekat dengan stasiun kereta tujuan Marne-la-Vallée, lokasi Disneyland. Melalui balkon kamar di lantai lima, kami bisa melihat panorama kota Paris dengan menara Eiffel dikejauhan. Pemandangan yang sangat dramatis, terutama waktu matahari terbit dan terbenam.

Mumpung jadwal hari pertama kami di Paris masih kosong, di sore hari saya mengajak Welah untuk mengunjungi Museum Louvre dan Eiffel Tower. Dua situs yang menurut saya wajib didatangi, saat pertama kali ke Paris. Welah setuju dengan pesan agar tidak berlama-lama, karena perlu ekstra tenaga dan harus bangun pagi esok hari, demi playground impian-nya, Disneyland

Je m’appelle Mickey!

Disney Land ParkDisneyland Paris merupakan taman rekreasi yang paling banyak dikunjungi di seluruh Eropa. Theme-park yang dioperasikan oleh The Walt Disney Company ini merupakan taman rekreasi kedua, di luar Amerika Serikat setelah Tokyo Disney Resort. Luas taman ini mencakup 4.800 hektar (atau setara dengan luas kota Sukabumi di Jawa Barat) dengan dua taman hiburan, resor, kompleks perbelanjaan, restoran, dan lapangan golf. Disneyland Park dibuka pada tahun 1992 sedangkan Walt Disney Studios Park, dibuka pada tahun 2002. 

Disneyland Paris terletak di Marne-la-Vallée, 32 kilometer dari sebelah timur pusat kota Paris, atau lebih dari satu jam perjalanan dengan kereta. Dibuka setiap hari mulai dari jam 10 pagi hingga jam 10:30 malam, kecuali di musim panas, jam operasionalnya akan lebih panjang.

Disneyland ParkDisneyland lebih dari sekedar theme-park, disini pengunjung dapat merasakan pengalaman ‘magis’ petualangan seru Disney terbesar sepanjang masa. Ada lebih dari 50 atraksi, termasuk wahana laut Pirates of the Caribbean, Zoom Galaxy, Dumbo the Flying Elephant, Star Wars Hyperspace Mountain, tur dunia boneka dan Sleeping Beauty Castle, di Disneyland Park. Sedangkan di Walt Disney Studios Park, ada Ratatouille: The Adventure to The Twilight Zone, Tower of Terror, pemutaran film jadul Disney, Backlit, karakter all-star dan pertunjukan teater, serta masih banyak lagi. 

Pastinya, tak akan cukup waktu untuk mengelilingi kedua taman atraksi ini dalam sehari, bahkan dua hari. Karenanya, Disneyland menawarkan tiket annual-pass bagi penggemar berat Disney untuk mengunjungi parks sepanjang tahun, tentunya dengan harga khusus. Tak heran jika saya mendengar bahwa ada seorang pensiunan Air Force One, Jeff Reitz yang mengunjungi Disneyland California setiap hari, sejak tahun 2012 hingga sekarang. Tahun ini Disneyland mengekspos kunjungan Jeff yang ke 2000 kalinya di media sosial.

Kegirangan

Kami memulai ‘petualangan magis’ kami dari Disneyland Park. Begitu masuk pintu gerbang, ‘keajaiban’ itu terjadi. Welah yang biasanya anteng dengan pembawaan tenang, tiba-tiba melompat kegirangan seperti anak kecil. “My playground! My happiest place on earth!”, teriaknya.

Ia langsung menarik saya menuju salah satu toko souvenir. Welah membeli buku dan pena, beragam pin, koin uang Disney, tak lupa juga mengambil peta dan jadwal atraksi hiburan.

badge.jpgBeberapa menit setelah menyimak jadwal, Welah bergegas menuju antrian. Katanya, “Cepetan antri, mumpung masih pagi!“ Saya melihat diujung antrian ada karakter anjing, “Oh, ada Scooby!”. Welah langsung membungkam saya, “Ssh! Itu bukan Scooby, itu Pluto!” Oh, maaf. 

Sayangnya, kami tak sempat berfoto dengan si-Pluto, karena 5 menit kemudian, ia diganti dengan karakter lain. Rata-rata antrian per karakter bisa lebih dari 30 menit, jadi kami atur strategi. Welah antri untuk Buzz Lightyear terlebih dulu, kemudian saya antri untuk karakter lain. Setelah selesai, Welah bergabung untuk meet and greet dengan karakter antrian saya. Dengan cara itu, kami bisa menghemat waktu antrian.

fullsizerender.jpgWelah sempat bertatap muka, berfoto dan mengumpulkan cukup banyak tanda-tangan  karakter Disney masa kecilnya, seperti Snow White, Donald Duck, Jessie dari Toy Story, Chip and Dale, Captain Hook, Mr. Smee, Mad Hatter, Jack Sparrow, Belle, Jafar sampai Minnie. Tapi, mana Mickey? Antrian Mickey dimulai sejam yang lalu dan masih terlihat orang mengular panjang. Yasudah, besok saja, kata Welah.

Setelah rehat dan makan siang, kami meneruskan petualangan hari itu ke kastil Sleeping Beauty. Ikon populer Disney ini adalah sebuah istana dongeng berdesain benteng istana Neuschwanstein Bavaria, Jerman. Kisah Putri Aurora dan sejarah Walt Disney terpampang melalui diorama yang memukau. 

sleeping-beauty-castle.jpgSelanjutnya Welah ingin bertemu Darth Vader di Starport, Discoveryland: A Star Wars Encounter. Disebuah ruangan minim lampu, Welah diminta berdiri menunggu. Ia hanya ditemani seorang pegawai Disneyland. Semenit kemudian, terlihat sebuah pintu terbuka. Sosok tinggi besar berjubah hitam panjang lengkap dengan topeng seram itu keluar dan berjalan kearahnya, perlahan seperti melayang. Itulah Darth Vader, sang Lord Sith.  

Darth Vader berhenti tepat didepan wajah Welah. Bunyi napas khas-nya terdengar jelas oleh Welah, bercampur dengan detak jantungnya sendiri. Terasa ketakutan saat menjumpai karakter mengerikan ini. Beberapa detik Welah merasa hampir pingsan karena aura Darth Vader begitu mencekam, dan ia merasa seakan berada disebuah galaksi yang jauh dari dunia nyata, dalam film Star Wars. May the force be with you, Welah!

StarWarsPenampilan Star Wars juga kami nikmati di Walt Disney Studios Park. Disana, ada panggung khusus untuk petualangan Star Wars Galactic, Rogue One: A Star Wars Story dengan pertunjukan epik Face the Force.

Dari sekian banyaknya atraksi dikedua taman Disneyland ini, yang berkesan bagi saya salah satunya adalah Mickey and The Magician show di Teater Animagique.

Amagique TheatrePertunjukan dengan tata suara dan lampu keren ini khusus diciptakan Walt Disney untuk Mickey Mouse sebagai peran utama, sekaligus karakter yang ‘berjasa’ mengawali perusahaan hiburan raksasa ini. Mickey membuka show dengan menyapa penonton dalam bahasa Perancis, “Bonjour… Je m’appelle Mickey!”. Penonton seakan tersihir dengan karakter idaman mereka, dan membalas bersemangat, “Haiiii Mickey….!”

Plot cerita dimulai dengan Tinker Bell yang menyebarkan kerlipan bintang. Mickey diberi tugas membersihkan atelier sebelum matahari terbit, dalam upaya untuk menjadi pesulap hebat. Tak sengaja menemukan dirinya ‘masuk’ ke dalam dunia ajaib film Disney. Dia bisa menggerakkan tongkat sihirnya ke masing-masing benda disekelilingnya. 

mickey-the-magician-show.jpgPertunjukan ilusi yang menampilkan adegan Cinderella, Beauty and the Beast, The Lion King, Aladdin dan Frozen ini begitu membius. Mata penonton yang kebanyakan anak kecil seakan tak berkedip, bahkan penonton dewasa seperti Welah terlihat berkaca-kaca saking terharu. Pertunjukkan diakhiri dengan semua karakter bernyanyi bersama “Let It Go”. 

Parade Disney

ParadeParade Disney di Disneyland Village adalah atraksi kedua yang saya suka. Parade yang dimulai pada jam 5 sore ini sudah ditunggu-tunggu oleh para pengunjung sejak satu jam sebelumnya. Layaknya jalanan di Amerika Serikat, kami bisa menikmati semua elemen cerita Disney melalui iringan parade yang mengagumkan. Mulai dari Peter Pan, Woody and the Toy Story Friends, Lion King, Jungle Book, parade dunia sihir Mickey, Pangeran dan Putri Salju, menari dan berdansa disepanjang jalan, dengan kostum dan hiasan yang sangat indah.

Parade1

Disney Illuminations Fireworks

Nah, ini adalah atraksi terakhir yang kami nantikan. Penampilan kembang api spektakuler yang mengakhiri seluruh agenda di Disneyland setiap harinya. Menampilkan pemetaan proyeksi kembang api, laser, lampu sorot, air mancur, api, musik, layar kabut dan efek khusus lainnya, seolah menyihir kastil Sleeping Beauty dan menjadikannya tampak bergerak. 

IlluminationPertunjukan dengan teknologi audio visual, pencahayaan, piroteknik dan hidroteknik ini dimulai dengan pengenalan vokal yang elegan, oleh legenda Hollywood Julie Andrews. Kemudian bermunculan karakter Disney yang populer, termasuk Cinderella, Lion King, Aladdin, Pinocchio, Finding Nemo, Little Mermaid, Beauty and The Beast, dan lainnya. 

Illumination3Kami menahan napas ketika kembang api warna-warni mendesis menembus langit malam. Percikan api dan semburan air berkolaborasi dalam harmoni nan sempurna. Sinar laser menyoroti dinding istana dengan menampilkan kisah perjalanan Disney yang terkenal yang sangat mengesankan. Saat lagu ‘Dreams Come True’ disela pertunjukan kembang api indah ini, kembali Welah menitikan air mata haru dan bahagia. Kenangan Disney tak terlupakan di tempat terindah di muka bumi.

Jam menunjukkan tepat tengah malam saat kami bersama pengunjung lainnya bergegas pulang. Di pintu keluar, terlihat Mickey melambaikan tangan dari atas balkon hotel Disney Resort. Welah membalas, “Sampai jumpa besok pagi, Mickey!

***

Published in Kompas Travel, 25-September, 2017

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. liburing says:

    thank you Nyonyasepatu:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s