Europhia-3: Sarapan Bir ala Bavarian di Munich, Jerman

Munich (atau ‘Munchen’ dalam bahasa Jerman) adalah kota terbesar ketiga di Jerman setelah Berlin dan Hamburg. Ibukota negara bagian tenggara Bavaria ini adalah pusatnya sejarah yang dapat dilihat dari bangunan berarsitektur kuno, museum dan budaya minum bir!

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Munich adalah diawal bulan April hingga Juni, tepat sebelum musim liburan dimulai. Suhu udara cukup baik dan wisatawan belum membludak seperti di bulan September sampai November. Jika ingin datang untuk festival tahunan bir yang dikenal dengan nama ‘Oktoberfest’ sebaiknya memesan hotel disekitar Fruhlingsfest setahun didepan atau bayar tarif kamar tiga kali lebih mahal.

Oktoberfest adalah festival tahunan bir terbesar di dunia yang berlangsung selama tiga minggu di bulan September sampai akhir minggu pertama Oktober. Festival rakyat terbesar di Jerman dirayakan di Munich tahun ini dimulai pada tanggal 16 September hingga 3 Oktober 2017. 

Antiquarium_residence_munichDari Belanda (baca: ‘I Amsterdam’) saya dan Welah naik kereta ke Munich di awal bulan Juni yang lalu. Ini adalah ‘hari pertama’ dari paket tiket lima hari pemakaian ‘Eurail Four Country Select Pass’ di Benelux (Belanda dan Belgia), Jerman, Austria dan Itali. Kami membelinya dengan harga US$ 431/IDR 5.818.500 per orang (www.eurail.com). Sedangkan Perancis yang merupakan satu dari enam negara pilihan, kami beli tiket kereta malam Trenitalia. Ini lebih hemat dalam memilih ‘tiket terusan’ Eurail selama liburan kami di Eropa. (Baca: -7-Tips Pilih Negara Saat Berlibur ke Uni-Eropa (Schengen) & Persiapannya).

Neues Rathaus2Kami pilih jadwal kereta jam 10:37 pagi dengan perkiraan tiba di Munich sebelum malam mengingat perjalanan akan memakan waktu delapan jam dari Amsterdam Central ke stasiun München Hauptbahnhof (HBF). München Hauptbahnhof adalah stasiun kereta api utama di Munchen. Pemilhan tujuan stasiun kereta kami sesuaikan dengan lokasi hotel dan agenda selama tiga hari kami disana. 

Munich memiliki salah satu sistem transportasi terbaik di Eropa. Tersedia jalur transportasi kereta, bis juga sepeda keseluruh pelosok kota Munich. Tujuan ke kota-kota di Jerman maupun ke negara-negara Eropa lainnya sangat mudah dicapai dan selalu tepat waktu. Namun, kami memilih untuk berjalan kaki untuk mengeksplor jalanan kecil di kota dimana kantor pusat BMW berlokasi.

Perpustakaan Bavaria MunichLandmark kota Munich

Selain Kastil Residenz, bangunan sekuler Renaissance Antiquarium terbesar, Cuvilliés Theater, St. Michael’s Church, National Theater Munich and the Bavarian State Opera, Nymphenburg Palace, Königsplatz and the Kunstareal District, The Olympic Park, Ludwig Maximilians University of Munich dan Justizpalast, kami sempatkan juga mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi landmark Munich. Berikut beberapa gedung bersejarah yang berada dekat stasiun München Hauptbahnhof.

Neues Rathaus3Marienplatz: Marienplatz (atau Mary’s Square), yaitu sebuah alun-alun utama di pusat kota Munich. Disini terdapat gedung Neues Rathaus (New Town Hall) bergaya gotic dengan menara Glockenspiel diatasnya. Di sisi timur Balai Kota Tua Munich (Altes Rathaus) berada. Ini adalah gedung dewan gothic dengan aula dan menara yang telah direkonstruksi ulang.

Disamping kiri berdiri gereja Frauenkirche yang berfungsi sebagai katedral Keuskupan Agung Munich yang menjadi simbol ibukota Bavaria. Menara setinggi 98 meter diatas gereja Frauenkirche ini memperlihatkan pemandangan unik kota Munich dan pegunungan Alpen.

Odeonsplatz lokasi demonstrasi jaman HitlerTak jauh dari Marenplatz dan Frauenkirche terlihat gedung Bavarian Library. Perpustakaan Bavaria di Munich ini adalah salah satu perpustakaan universal terpenting di Eropa. Ada lebih dari 10 juta lebih koleksi buku, termasuk buku penelitian terbaik di seluruh dunia.

Berdekatan dengan Perpustakaan Bavaria terdapat gedung sejarah Odeonsplatz. Disini adalah lokasi dimana Hitler mengadakan demonstrasi. Sebuah pertunjukan kontroversial berjudul ‘Never Too Late to Say Sorry’ diadakan setiap hari. 

ViktualienmarktSarapan Siang ala Bavarian di Viktualienmarkt

Hari sudah siang saat kami berjalan kaki empat menit dari Marienplatz ke Viktualienmarkt, untuk sarapan. Tak perlu heran, sarapan disini dimulai jam 11. Bagi saya tidak masalah, karena saya memang jarang bisa makan pagi. Saat kami tiba di Viktuallenmarkt, yaitu pasar makanan tradisional yang dulunya adalah pasar para petani asli di Bavaria. Sekarang menjadi pusat kuliner dengan berbagai cita rasa tanpa mengurangi ciri khas warisannya.

Sarapan Siang ala BavarianSudah terlihat keramaian pengunjung lokal maupun wisatawan sedang menikmati sarapan mereka di teras restoran dan kafe saat kami tiba. Saya sangat ingin mencoba spesialisasi sarapan tradisional ala Bavarian. Yang pertama adalah WeiBwurst (sosis putih rebus) yang disajikan dengan mustard manis dan sekeranjang pretzel panggang yang masih hangat, langsung dari oven.

Yang kedua, minumannya tentu saja bir, di gelas berukuran satu liter. Kedengaran aneh memang, namun ini adalah sesuatu yang harus dicoba jika ingin menjadi seorang Bavaria sejati. Welah hanya mencicipi sedikit dari piring saya, ia lebih suka sosis goreng. Kami juga memesan dua gelas bir dan minum bersama bapak-bapak tua Munich yang masing-masing sudah menghabisi dua gelas besar. Prost!

Sarapan BirProst!

Orang Jerman menganggap prost (atau cheers, bersulang) saat minum bir adalah hal yang sangat serius. Setiap kali mengatakan prost pastikan untuk melihat mata semua orang, tanpa berkedip untuk menghindari ‘tahayul’ yaitu nasib buruk selama tujuh tahun. Jika tidak melakukan ini, orang Jerman mengira kita menginginkan hal tidak baik terjadi pada mereka. Berkali-kali, setiap bersulang, saya pastikan mata saya melotot dan teriak, prost!

beer garden‘Istana’ bir Hofbräuhaus

Di kota FC Bayern Munchen (klub sepak bola terbesar dan terkaya di Jerman) ini terdapat 120 beer halls dan beer gardens. Lucunya, tradisi di Jerman mengamini bir sebagai ‘makanan cair’ mereka. Beragam jenis bir diproduksi oleh berbagai pabrik bir seperti Salvator, Maximator, Triumphator, Augustiner, Löwenbräu, Paulaner dan masih banyak lagi. Katanya, kalau belum pernah mencoba bir disini, wisatawan dianggap belum tahu apa-apa soal Munich. Karenanya, kami wajib ke Hofbrauhaus Beer Hall Munchen. 

HofbrauhausDidalam bangunan Hofbrauhaus tingkat tiga abad 16 ini terdapat restoran, ruang pertunjukan musik, toko suvenir dan tentunya aula dan taman bir. Sejak empat abad yang lalu, ‘istana’ bir Hofbrauhaus telah menjadi simbol keriaan bangsa Bavaria yang menjadi magnet bagi pengunjung internasional.

Daya tarik utama tempat ini tentu saja adalah bir-nya. Bir klasik Hofbräu yang melambangkan suasana khusus kota Munich, beraroma tajam namun menyegarkan. Dengan tingkat alkohol 5% bir ini adalah bir terkenal dan populer di dunia. Saya langsung pesan seliter bir Hofbrau Dark dan Hofbrau Original untuk Welah dengan harga Euro 8.6/ IDR 130.000 per gelas. Lezat.

menu-hofbrauhaus.jpgHofbrauhaus beroperasi setiap hari dan dibuka dari jam 7 pagi hingga tutup pada jam 11:30 malam. Pada hari-hari ramai sedikitnya ada seratus pelayan yang melayani 30.000 pengunjung. Para pelayan memakai kostum tradisional Jerman yang otentik berbahan kulit yaitu Lederhosen untuk pria atau Drindl untuk wanita. 

Bagi pecinta makanan Bavarian, tempat ini adalah surga. Pork Nuckles dengan resep kuno Bavaria yang diturunkan selama bertahun-tahun adalah salah satu makanan yang direkomendasi oleh Hofbrauhaus dan yup, ini adalah favorit kami!

FullSizeRender-42 copy 2Kamipun menghabiskan gelas kedua Munchner Weisse dan Wheat Beer, jenis bir Hofbrau yang lebih ringan. Hmm, bir ini sangat cocok untuk sarapan siang ala Bavaria!

Perjalanan liburan kami di Eropa masih berlanjut. Berikutnya adalah ikutan tur ‘Sound of Music’ di Salzburg, menyaksikan kota diatas air sebelum Venice tenggelam, bermimpi di Disneyland Paris dan makan mussels di Brussels. (Artikel selanjutnya…)

***

Published in Kompas, September 7, 2017

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s