KARIBU TANZANIA

” Petualangan safari yang sarat kejutan disetiap ‘game-drive’nya: Menyaksikan secara langsung proses perburuan selusin Simba (singa), perkawinan pasangan Tembo (gajah) dan kelahiran bayi Twiga (jerapah), adalah keajaiban tak tertuliskan.”

“Karibu Tanzania,”- yang dalam bahasa lokal, Swahili berarti, ‘Selamat Datang di Tanzania’ menyambut kedatangan saya bersama sahabat Venda dan Alfa, di Kilimanjaro International Airport (JRO). Kami dijemput Johnson, seorang pemandu lokal yang menemani kami selama lima hari safari di Tanzania. Johnson, bertanya apa yang ingin kami lihat selama safari?, Jawab saya, “The Big Five’!” 

DSC_0331Di Afrika, satwa liar yang termasuk dalam kategori lima besar tersebut adalah singa (lion), gajah Afrika (African ellephant), kerbau air (water buffalo), macan tutul (leopard) dan badak (rhino). Lima besar anggota hewan ini adalah spesies paling berbahaya dan termasuk sulit ditemukan bersamaan dalam sekali safari. Ada beberapa negara di Afrika dimana Anda dapat melihat ‘The Big Five’, namun populasi terbesarnya berpusat di Tanzania.

Kilimanjaro Gunung Kilimanjaro memiliki ketinggian 5.985m (atau tiga per empatnya Gunung Everest di Tibet dan dua kali tinggi gunung Bromo) menempatkannya sebagai gunung keempat tertinggi di dunia. Pendakian gunung Kilimanjaro memerlukan waktu 5-7 hari dengan tujuh opsi titik pendakian. Berhubung waktu kurang memadai, kami menjelajahinya dalam sehari saja. Dengan demikian, persiapan kami lebih kasual dibanding para climmbers. Selain persiapan fisik dan mental maksimal para pendaki mandat ditemani oleh porter yang akan membawa beban bagasi maksimal 20 kilo per porter, setiap pendaki butuh tiga porter.

Udara dini hari cukup dingin saat kami bertolak dari Moshi (kota kecil yang terletak di kaki gunung Kilimanjaro) menuju pintu masuk utama Marangu Gate, salah satu titik pendakian paling populer. Trekking selama kurang lebih lima jam sejauh 1860 meter melewati desa Marangu, yang terletak di lereng kaki gunung. Berutung kami termasuk grup pertama yang masuk ke hutan, jadi kami bisa lebih mengapresiasi hutan berlatar belakang gunung Kilimanjaro beserta isinya. Monyet Colobus dan monyet biru atau dikenal sebagai ‘Blue Monkey’ menampakkan diri dari balik flora liar Kilimanjaro yang terkenal seperti vivid red impatiens dan gladiol wastonides. Montane Rainforest diliputi kabut pagi yang menetes diatas dedaunan hutan, sungai dan air terjun yang cantik menemani pemandangan indah kami selama perjalanan.

Setelah rehat siang, kami turun santai melalui Mandara Hut yang membutuhkan waktu sejam-dua jam, mengakhiri trekking hari itu. Sedangkan, para pendaki bermalam di Marangu untuk melanjutkan pendakian hari kedua, dan seterusnya.

Serengeti

DSC_0459Serengeti berarti ‘endless plains’ atau dataran tak berujung. Sejauh mata memandang, kami dikitari oleh lereng bukit dan padang rumput seluas 18.000km persegi atau 24 kalinya luas kota Jakarta. Tebaran pohon Umbrella Acacia DSC_0449khas Afrika di kanan kiri jalan menambah unik hasil jepretan kamera kami. “Bagian atas pohon ini rata akibat dimakan jerapah dan gajah, “ jelas Johnson. Dibeberapa pohon terlihat seekor-dua ekor Leopard yang sedang beristirahat atau sedang mengintai buruannya?

Serengeti dihuni oleh lebih dari 2 juta hewan besar termasuk lebih dari 1 juta wildebeest (rusa kutub), ratusan ribu zebra dan ribuan rusa Thomson gazzele dan impala. Semuanya adalah buruan predator besar termasuk singa, leopard, ceetah dan hyena, yang banyak terdapat di dataran ini.

DSC_0396Kami sempat menyaksikan proses hunting selusin singa jantan dan betina yang membuat formasi mengelilingi seekor rusa, hingga killing seekor besar zebra. Mengikuti proses perburuan tersebut benar-benar membuat jantungan! Singa-singa tersebut menikmati hasil buruannya, menyisakan bangkai korbannya yang kemudian dimakan burung vulture (gagak) dan buaya. Ini adalah sebuah siklus ekosistem satwa liar yang menganut hukum alam untuk bertahan hidup.

DSC_0809-001Sedangkan hewan kecil seperti hyrax (tikus batu), kelelawar bertelinga rubah, musang, luak madu, serigala, monyet, babun dan kelinci Afrika juga mendiami daerah ini, bersama dengan hampir 500 spesies burung. Burung tercantik yang kami temui adalah Grey Crowned Crane. Serengeti juga sangat terkenal sebagai rumah dari big migration.

DSC_0581Perpindahan besar dari ratusan bahkan ribuan wildebeast dan zebra dalah pemandangan paling spektakuler selama bulan Juli sampai Desember di Tanzania. Mereka bermigrasi sepanjang tahun, terus-menerus mencari rumput segar dan kualitas air yang lebih baik. Migrasi ini menarik banyak predator seperti singa, macan tutul, hyena dan serigala. Salah satu pemandangan paling dasyat adalah ketika kawanan wildebeest menyeberangi sungai Grumeti (Tanzania) dan sungai Mara (Kenya) yang dipenuhi oleh buaya. Banyak hewan yang tewas akibat diterkam buaya ataupun lemas karena derasnya arus sungai.

Beberapa kali mobil safari kami harus berhenti karena ratusan wildebeast menyebrang jalanan tepat di depan kami. Hewan yang selalu menunduk ini sering ditemani oleh zebra selama perjalanan migrasinya. Peristiwa alam besar ini adalah salah satu tontonan menakjubkan dari kehidupan satwa liar dimuka bumi!

Ngorongoro Crater

Ngorongoro 3Kami disambut beberapa ekor Jerapah besar cantik saat memasuki Ngorongoro National Park. Seekor Twiga betina bersama bayinya tiba-tiba muncul dari balik pohon. DSC_0007-001Jerapah jangkung tersebut berhenti tepat di depan mobil, diam mematung dan memandang tepat kearah kami, seakan siap dipotret. Anggun!

Ngorongoro National Park adalah keajaiban alam dunia kedelapan. Dinding setinggi 600-an meter dengan dasar kawah yang menyebar sepanjang 102 kilometer persegi sekan membentuk kuali raksasa di depan kami. Kawah yang terbentuk akibat ledakan gunung vulkanik jutaan tahun lalu ini dihuni oleh hampir setiap spesies satwa liar asli yang bermigrasi ke Afrika Timur termasuk badak hitam yang langka.

Kawah yang dideklarasi sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1978 ini memiliki konsentrasi satwa liar terbesar di dunia. Disini juga terdapat gerombolan gajah banteng dengan gading yang sangat besar, karena kandungan mineral yang kaya tanah vulkanik dan rumputnya. Gajah-gajah ini luar biasa besarnya, dipastikan adalah gajah terbesar yang pernah Anda lihat.

Maasai Village

Setelah beristirahat di Hippo Lake, kami melanjutkan perjalanan ke Seneto Maasai Village di Ngorongoro Conservation Area, sebuah desa tradisional suku asli yang dilestarikan di Tanzania. Kami disambut oleh kepala Maasai dan tarian wanita suku Maasai. KepDSC_0688ala suku menunjukkan kepada kami bagaimana kehidupan penduduk Maasai. Mulai dari kebiasaan bagaimana mereka memasak, mengurus ternak dan mengajak kami ke dalam rumah kecil, tepatnya hanya seukuran kandang ternak.

Rumah dengan jendela dibagian atas sekecil korek api ini dibangun dari kayu yang direkatkan dengan kotoran sapi. Di dalamnya terdapat ada dua bilik kecil, satu untuk tempat tidur wanita dan satu untuk anak-anak. Pria tidak mempunyai bilik, -suami Maasai mempunyai empat orang istri – yang akan berpindah dari satu ke rumah istri lainnya setiap saat. DSC_0709

Disini juga saya sempat menyaksikan acara minum darah sapi segar. Urat vena leher sapi hidup ditusuk dengan bambu kecil, kemudian darah yang keluar ditadah dan langsung diminum. Not for me, thanks.

Kunjungan ke Maasai Village ini adalah akhir perjalanan safari kami. Dikejauhan kami melihat Rhino, anggota hewan terakhir dari Big Five – yang menjadi ‘perburuan’ saya selama safari. Matahari yang terbenam di savannah Tanzania menutup perjalanan safari kami.

Pengalaman seumur hidup yang memberikan persepsi berbeda bagi saya dalam melihat suatu kehidupan. Sejak liburan pertama ke Tanzania, saya sangat terkesan dengan keramahan penduduk lokal yang tulus satu sama lain, tidak hanya kepada wisatawan, tentunya kekayaan alamnya, termasuk budaya dan tradisi yang dijaga oleh pemerintah maupun penduduk lokalnya.

Kuliner

Nyama ChomaMakanan selama safari cukup bervariasi, kebanyakan adalah western food. Sedangkan makanan lokal yang saya coba adalah Nyama Choma yaitu makanan populer penduduk lokal berupa daging panggang ditemani saos tomat, nasi, keripik kentang dan ugali (ibarat nasi bagi orang Indonesia).

Minuman berupa home brewed beer yang terkenal adalah Serengeti, Safari, Kilimanjaro, mbege (minuman buatan penduduk Changga di daerah Moshi) dan bir pisang dengan tingkat alkohol hingga 6%.

Shopping

handicraft in TZBeberapa oleh-oleh untuk dibawa pulang dari Tanzania yaitu Tartan Maasai atau selimut khas Tanzania. Selain itu pilihan produk anyaman seperti tas, dompet, perhiasan kalung dan gelang dengan manik-manik dan logam, silver dengan batu Tanzanite, sampai ukiran kayu dan lukisan yang unik. Penawaran bisa setengah harga di beberapa tempat tertentu dengan menggunakan mata uang lokal yaitu TZS (Shiling).

Akomodasi

  • DSC_0482Penginapan favorit saya adalah berkemah! Di Tanzania ada 3 macam camp. Pertama, tenda standar seperti waktu berkemah jaman sekolah dulu. Kedua, tenda lengkap dengan tempat tidur dan ketiga, Luxury Camp/Tent.
  • Semua tenda dilengkapi dengan kamar mandi terpisah, kecuali tenda mewah. Saya mengambil tenda kedua dan ketiga. Menginap di tenda ditengah padang gurun dengan pemandangan spektakuler. Keamanan menginap di tenda-tenda ini tidaklah masalah, ada ranger yang akan mengawasi selama 24 jam. Kami hanya tidak diperbolehkan jalan-jalan diluar area perkemahan yang sudah ditentukan. After all, this is African wildife!
  • Hal keamanan serupa juga berlaku untuk penginapan di Lodge (hotel/resort). Dengan fasilitas lebih nyaman layaknya hotel, kami juga tidak diperbolehkan keluar dari areal hotel.

Penerbangan:

  • Qatar Airways: Penerbangan langsung dari Jakarta atau Bali ke Kilimanjaro (via Doha).
  • Emirates Airlines: Dari Jakarta ke Dar Es Saalam via Dubai dengan pesawat Emirates, kemudian terbang domestik ke Kilimanjaro.
  • Selain itu menggunakan Garuda atau Singapore Airlines via Singapore dan lanjut dengan Ethiophian Airlines.

Persiapan ke Tanzania:

  • Yellow Fever shot (Bandara Halim Perdana dan Soekarno Hatta)
  • Visa on arrival
  • Bagi penggemar fotografi, direkomendasikan membawa tele-lens berukuran minimal 300mm.
  • Cargo pants, comfortable shoes dan backpack.
  • Power bank, karena lokasi safari yang agak remote dengan keterbatasan listrik mengharuskan perkemahan menggunakan generator.

Info Safari:

  • Rencanakan perjalanan Anda dengan local travel agent untuk waktu tepat bersafari agar Anda dapat menyaksikan the great migration (saya menyaksikan migrasi besar pada bulan April dan September).
  • Perjalanan safari minimal 5 hari untuk kenyamanan Anda, 7 hari adalah untuk pengalaman terbaik.
  • Paket 5 hari Safari diatas berkisar US$1300-1500 per orang, sudah termasuk biaya masuk di semua National Park, transportasi berupa mobil land-cruiser 4×4 khusus untuk safari, guide sekaligus driver, akomodasi, makan 3x sehari, air minum dan binacular. Paket tidak termasuk tips, asuransi, dan keperluan pribadi lainnya.
  • Informasi lengkap safari, visit www.thestoryofafrica.com atau email contact@thestoryofafrica.com

Komunikasi:

  • Walau bahasa lokal adalah KiSwahili, namun hampir semua orang Tanzania yang saya temui dapat berbahasa Inggris.
  • Bahasa Swahili (KiSwahili) mudah dipelajari. Kata-kata kasual yang berguna, misalkan, “Habari (apa kabar), Jambo (hallo), Mambo (what’s up), Poa (cool), asante (terima kasih), wewe (kamu),  mimi (saya), kaka (brother), dada (sister), karibu (selamat datang/ terima kasih kembali), vipi (how is it going), pole (maaf), pole pole (pelan pelan), sawa (okay), Kwaheri (goodbye), Tutaonana (see you).

Published in Her World Indonesia – Dec 2014.

Read more in Her World Magazine - December 2014 edition]