Cappadocia, Land of Fairy Chimneys

Jika Anda berencana mengunjungi negara Turki, jangan lewatkan untuk mampir di Cappadocia, daerah ‘cerobong peri’ yang terletak di wilayah sejarah Anatolia Tengah di propinsi Nevshire, satu setengah jam terbang dari Istanbul.

Screen Shot 2014-05-14 at 12.07.12 PM
Fairy Chimney Rocks Formation – by Wikipedia

Kapadokya (dalam bahasa Turki atau Cappadocia dalam bahasa Inggris) adalah daerah pegunungan Taurus yang memiliki sejumlah keajaiban alam yang unik, yaitu “kota cerobong peri” (fairy chimney). Cerobong peri ini berasal dari endapan vulkanik akibat letusan gunung api dan aliran lava yang mengikis batu gunung menjadi lembah dan tebing, menyisakan goa batu. Kemudian, akibat jutaan tahun dari hujan dan angin mengikis bagian atas bebatuan menjadi ratusan formasi pilar dan menara yang mengerucut bagai cerobong.

Fenomena alam spektakuler ini membuat Cappadocia memiliki salah satu pemandangan paling dramatis di Eropa Timur. Sejauh mata memandang, Anda akan melihat rumah-rumah penduduk maupun penginapan berbentuk goa ala kisah film kartun Flinston.

Screen Shot 2014-05-14 at 1.37.58 PMMenurut Gabzieci, guide yang mengantar kami keliling kota Goreme, pemerintah Turkey mengharuskan pebisnis komersial seperti penginapan yang ingin membangun hotel baru agar membeli gua-gua asli peninggalan sejarah, juga hanya diperbolehkan memperbaiki kerusakan, bukan menambah atau merenovasi total gua-gua tersebut. Upaya ini diberlakukan untuk melestarikan warisan budaya yang sudah ada di Cappadocia. Tak heran, Gorome menjadi salah satu situs warisan dunia dari UNESCO.

Menikmati kota Goreme dari Balon Udara.

Screen Shot 2014-05-14 at 1.38.58 PM
Goreme – by Nova Dien

Mona, sepupu saya rela ke Cappadocia lagi untuk kedua kalinya, hanya karena ingin mencoba balon udara di Goreme. Katanya, kalau tidak mencoba balon udara, sama saja belum pernah ke Cappadocia! Memang benar, pemandangan kota Goreme dari sisi  ‘birds-eye-view’ yang fantastis ini, sayang untuk dilewatkan.

Cappadocia dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu tempat terbaik untuk terbang dengan balon udara panas (hot-air-baloon), selain Serenggeti di Tanzania dan Napa Valley di California Amerika Serikat. Pemandangan spektakuler perbukitan, kebun-kebun anggur dan lembah kota Goreme yang sangat mengesankan dapat dinikmati selama satu jam terbang. Biaya untuk standard penerbangan ini lumayan mahal yaitu berkisar Euro 150 – 180 atau sekitar Rp. 2 juta-an, tergantung reputasi pilot dan lama terbang.

Screen Shot 2014-05-16 at 11.12.34 AMDini hari kami sudah tiba di Goreme Open Air Museum, lokasi take-off. Kami diberikan arahan singkat mengenai pembagian berat setiap penumpang dan cara aman selama terbang. Di dalam satu keranjang terdiri dari empat sisi kompartemen yang diisi maksimum total 16-18 orang, termasuk satu orang pilot dan asistennya. Setelah balon diisi udara panas dari semburan api mesin balon, keranjang kami terangkat lembut ke udara.

Dari atas, kami  dapat melihat beragam balon udara menghiasi kota cantik Goreme. Balon akan terus naik mulai dari ketinggian 500 meter sampai di 1000 meter. Kemudian balon merendah turun menyusuri cerobong peri dan tebing sambil berputar arah 180 derajat, sehingga kami dapat mengambil gambar dengan puas dari setiap sudut.

Uniknya, sewaktu mendarat, keranjang kami diatur sedemikian rupa sehingga bisa tepat mendarat diatas ‘landasan’ yang disangkutkan di belakang mobil, sehingga keranjang kami bisa langsung ditarik oleh mobil crew kembali ke lokasi. Kami disambut para crew dengan perayaan kecil berupa champagne dan penerimaan sertifikat penerbangan.

Red Tour

Screen Shot 2014-05-14 at 1.37.52 PM
Pasabagi – by Nova Dien

Cappadocia menawarkan beragam paket tur setiap harinya, mulai dari jam 9pagi sampai jam 5sore. Harga paket tur ini berkisar dari 100 sampai 120 YTL (Turkish Lira) per orang atau sekitar Rp. 550.000an, sudah termasuk transportasi penjemputan, guide, makan siang dan biaya masuk situs.

Ada dua macam tur yang ditawarkan oleh hotel mapun biro perjalanan lokal, yaitu tur yang disebut Red Tour dan Green Tour, bedanya adalah lokasi tur dan aktifitas. Green Tour akan mengunjungi situs Derinkuyu, Underground city, Yaprakhisar, Selime Monastery, Uchisar Pigeon Valley dan hiking di Ihlara Valley..

Sedangkan Red Tour, kami mengunjungi Uchisar Castel, Göreme Open Air Museum, Cavusin, Avanos pottery demonstration, Pasabagi, Devrent Valley dan mencicipi minuman anggur lokal di Ugrup.

Screen Shot 2014-05-14 at 1.38.24 PM
Pigeon Houses, Cavusin – by Nova Dien

Kisah menarik dari red-tour ini bagi saya adalah cerita lokal sewaktu kunjungan kami ke Cavusin. Disini terdapat begitu banyak rumah  pigeon atau burung merpati. Perumahan burung merpati ini sengaja dibangun oleh penduduk lokal jaman dulu. Konon, burung merpati di Cappadocia dianggap sangat penting bagi masyarakat. Selain sebagai pupuk, ternyata kotoran burung Merpati sering juga dipakai sebagai lem perekat batu-batu rumah. Burung Merpati juga dipercaya sebagai lambang kesuburan bagi masyarakat kuno Cappadocia.

Cultural Performance

Salut saya terhadap penduduk asli Cappadocia adalah besarnya kecintaan mereka terhadap kultur lokal yang ada.

Saya membuktikan dengan mengunjungi Saruhan Caravanserai, bangunan berusia 760 tahun yang dibangun dari batu vulkanik hewan dengan dinding tebal dan tinggi. Dulunya bangunan ini dipakai sebagai perlindungan bagi para pedagang dan barang dagangan yang disimpan, agar aman dari serangan perampok.

Screen Shot 2014-05-14 at 1.37.43 PMSaruhan Caravanserai sekarang menjadi situs terkenal untuk pertunjuan tarian lokal Whirling Dervish Ceremony. Whirling Dervish Ceremony atau disebut ‘Sema‘, adalah lahir dari inspirasi seorang penyair besar, ahli hukum, teolog dan sufi mistik Anatolia yaitu Mevlana Celaleddin-i Rumi di tahun 1207-1273, yang kini menjadi bagian dari budaya Turki. 

Bagian utama dari tarian ini adalah gerakan berputar. Hal ini mengacu pada kehidupan fundamental dan keberadaan manusia yang terus berputar dalam proses kehidupan. Kostum awal jubah hitam panjang dan topi yang dilepas digantikan baju berok putih panjang menjadi simbol untuk mewakili kebenaran dan kelahiran  baru rohani seorang manusia menuju pendewasaan dan pendakian spiritual.

Initnya dari upacara tarian ini adalah sebagai manusia dengan kematangan dan kesempurnaan akan mencintai dan melayani pencipta dan kepada sesama tanpa diskriminasi keyakinan, kelas ataupun ras.

Screen Shot 2014-05-16 at 12.12.14 PMSelain itu, musik tradisional di Cappadocia juga sangat kental. Suat, seorang pemain violin akan berbicara tak henti mengenai musik tradisional Cappadocia yang kaya dan kental tradisi. Saat saya bertanya, musik apalagi yang disukainya selain itu, dia menggeleng, “Hanya ini,” sambil terus memainkan biolanya.🙂

Pertunjukkan tarian dan musik tradisional yang sudah berlangsung sejak abad-13 hingga sekarang, menjadi bukti otentik betapa kuatnya kultur lokal dibudayakan di Cappadocia.

Kebab & Wine

Testi Kebab dan wine adalah kombinasi kuliner favorit saya selama di Cappadocia.  Testi atau clay pot yaitu pot keramik dari tanah liat yang dipakai untuk membakar makanan tradisional Anatolia sejak ribuan tahun yang lalu. Testi kebab biasanya terdiri dari daging (sapi, domba atau ayam) dan sayuran seperti wortel, tomat, terong, kacang-kacangan, bawang merah, bawang putih, mentega dan paprika hijau.

Saat hidangan disajikan, bagian tutup kendi dibelah dan makanan beraroma sedap siap untuk disantap, bersama minuman anggur!

Bangsa Turki telah membuat anggur selama 4.000 tahun yang lalu, dan beberapa minuman anggur terbaiknya berasal dari Cappadocia, yang merupakan wilayah pembuatan anggur terbesar di Turki. Reputasi baik dari wine di Cappadocia diduga karena pembuatan dan penyimpanan di gua-gua bebatuan vulkanik. Penghargaan dan perhatian dunia terus diberikan kepada beberapa perkebunan anggur di Cappadocia, salah satunya Turasan Winery.

Turasan Winery adalah perkebunan anggur tertua di Cappadocia ini baru-baru saja memenangkan medali emas di Turki dan medali perak di kompetisi dunia untuk reputasi terbaik minuman anggur di Turki .

Recommended Hotel

10006914_10203172475903229_1445976771_nAydinli Cave House, seperti kebanyakan hotel dan penginapan di Cappadocia adalah berupa bangunan gua asli. Sebelumnya, bangunan hotel ini adalah rumah pribadi keluarga besar Pak Mustafa (owner) sejak turun temurun. Hotel yang saat ini dioperasikan oleh generasi ke-3 keluarga ini sangat cantik! Terletak di perbukitan kota Gorome dengan panorama yang begitu menakjubkan.

Saya dan Mona disambut ramah oleh Pak Mustafa dan keluarganya dengan hidangan makan siang tradisional. Bersantap di ruang makan keluarga Pak Mustafa ditemani obrolan santai anggota keluarga membuat saya merasa sangat nyaman dan akrab.

Highlight dari Aydinli Cave House selain lokasi di pusat kota Goreme juga adalah pilihan makanan untuk sarapan pagi yang begitu beragam dan home-made. Pengalaman breakfast terbaik saya selama liburan berada di ruang terbuka dengan pemandangan luas kota Goreme. Selain pelayanan yang sangat baik juga personal-touch dari semua personal Aydinli Cave House, membuat saya merasa seperti di rumah sendiri. Sebelum meninggalkan hotel, kami diberi oleh-oleh dari Pak Mustafa berupa Turkey’s Delight. Bagaikan pengalaman, manis dan tak terlupakan. Read more about Aydinli Cave House …..

Screen Shot 2014-05-16 at 2.15.00 PM

How to Get There

Turkish Airlines terbang dari Istanbul ke Nevşehir Goreme, Cappadocia. Sedangkan Pegasus Airlines terbang dari Istanbul ke Kayseri, sekitar satu setengah jam. Bis tersedia setiap hari dari Istanbul dengan waktu perjalanan sekitar 11 jam.