VISIT IND1SIA: WARNA WARNI ALAM FLORES

[Pictures by Nova Dien & Bartasan Wauran] – Mulai dari danau tiga warna kawah Gunung Kelimutu, warna biru dan hijau tosca bebatuan pantai Nangapanda, kombinasi warna kain tenun tradisional sampai keanekaragaman kehidupan bawah laut, mewarnai keunikan alam Flores.  

Tanpa ragu, Flores adalah salah satu kepulauan yang paling menarik dan boleh dibilang terindah di Indonesia. Bagi pencinta snorkeling dan diving, Anda akan dimanjakan dengan kekayaan bawah lautnya. Tempat penyelaman di Flores seperti pulau Rinca, pulau Alor, dan salah satu tempat penyelaman terbaik dunia yaitu perairan Labuan Bajo termasuk taman laut ‘Pulau Tujuh Belas’ di Riung yang sering menjadi lokasi popular wisatawan asing. Kendati Flores sangat kaya pesona, destinasi liburan ke Flores masih kurang diminati oleh wisatawan lokal. Di beberapa lokasi sering terlihat bendera Australia yang menyatakan keterlibatan negara tersebut dalam pembangunan dan pengembangan kota, seperti pembukaan ruas jalan, proyek kemanusiaan seperti sekolah, puskesmas dan lain sebagainya. Selain pariwisata, hasil bumi utama didapat dari hasil pertanian, perikanan dan produksi rumput laut. Disamping beras, tanaman utama adalah kopi, yang terkenal saat ini adalah kopi jenis Arabika dari Bajawa, salah satu kopi terbaik di Indonesia.

575172_450973338271790_1525134400_n

FLORES_0245Flores berarti ‘Bunga’ dalam bahasa Portugis adalah busur kepulauan seluas 14.000 km2, terletak disebelah timur Sumbawa dan Komodo, disebelah barat Lembata dan Kepulauan Alor di propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepulauan Flores terbagi menjadi delapan kabupaten dari barat ke timur yaitu Manggarai Barat, Manggarai Tengah, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka dan Flores Timur. Saya berkesempatan berkunjung ke kepulauan ‘harta karun terpendam’ Indonesia ini dari ujung timur Maumere, kota terbesar dengan populasi sebesar 1.8 juta jiwa, ke kota paling barat, Labuan Bajo yang terkenal dengan pulau Komodo. Penduduk asli Flores adalah suku campuran antara Melayu, Melanesia, dan Portugis. Dikarenakan pernah menjadi koloni Portugis, maka interaksi dengan kebudayaan Portugis sangat terasa dalam kebudayaan Flores, baik melalui genetik, agama, dan budaya.

Kelimutu National Park

FLORES_0083Saya mengawali liburan di Flores dari Maumere, dengan mengunjungi kota kecil Moni yang ditempuh selama 3 jam berkendara. Disini, terdapat tempat wisata paling terkenal di Flores yaitu Gunung Kelimutu, sebuah gunung berapi tiga kawah dengan danau berwarna. Danau yang merupakan fenomena alam unik ini mengubah warna secara acak, dari merah, hijau dan biru. Ketiga danau ini, (danau Tiwu Ata, danau Muri Koo Fai dan danau Polo) masing-masing berbeda warna dan mengalami perubahan warna dari waktu ke waktu. Konon, danau Muri pernah berubah warna dua belas kali pada 25 tahun yang lalu. Diduga perubahan warna danau-danau ini disebabkan oleh aktivitas gunung berapi Kelimutu, pembiasan dari sinar matahari, mikrobiota dalam air, pembubaran zat kimia dan refleksi dari warna dinding danau dan kawah. Gunung Kelimutu setinggi 1.690 meter yang terletak di antara kota Ende dan Moni ini sekaligus menjadi taman nasional untuk melindungi spesies yang terancam punah di Flores. Ditaman ini terdapat 19 jenis burung langka termasuk burung merpati, burung Hantu, burung Kastanye, Samyong, burung Sepah, burung Tesia, burung Kacamata, burung Kucing,  burung Jambul Putih, burung Madu, burung Elang dan burung Raja Flores.

Tenun Ikat di Desa Bena

575231_10151189120372336_710362011_nBila Anda ingin mengenal lebih dekat penduduk lokal di Flores, sebaiknya tidak melewatkan kunjungan ke Bena Traditional Village, sekitar 5 jam perjalanan darat dari Moni. Di desa berlatar belakang Gunung Inerie ini terdapat rumah-rumah tradisional Flores, yang mewakili sebagian dari 30 suku dengan bahasa dan dialek yang berbeda. Pekerjaan sehari-hari penduduk desa ini selain menyangrai kopi juga menenun. Masing-masing tenunan tradisional Flores mempunyai ciri khas tersendiri. Penenun Flores memilin sendiri kapas untuk dijadikan benang, mencelupnya kedalam bahan pewarna berkali-kali yang kemudian siap ditenun dengan alat tenun tradisional seperti lidi dan kayu. Hasil tenunan yang terkenal dari Flores seperti tenun Manggarai yaitu songket ikat, Ngada: tenun ikat bergaris dengan warna gelap, Sikka: kain sarung, Ende: kain tenun bermotif, Lio: kain bercorak batik dan Lembata: yaitu dua atau tiga kain yang dijadikan satu. Harga termurah tenun kain terkecil ini berkisar 50.000-75.000 rupiah.

Pantai Cantik

DSC_0311Ada satu pantai unik di Flores yaitu pantai Nangapanda. Di satu-satunya pantai di Flores ini terdapat batu-batu alam berwarna biru, hijau tosca dan kuning. Menurut penduduk setempat, batu-batu ini selalu ‘terdampar’ di pagi hari, walau sudah diambil setiap hari oleh penduduknya untuk diperdagangkan. Bagi saya, penyuka kombinasi pantai berpasir dan snorkeling, pantai tercantik di Flores adalah Pink Beach atau Pantai Merah. Sesuai namanya, pasir di pantai ini berwarna merah muda dengan sedikit kilauan dari butir pasirnya dilengkapi variasi terumbu karang dan aneka biota laut seperti blow fish, school fish dan star fish berenang dimana-mana. Sangat cantik!

Pulau Komodo

306066_450978524937938_50386246_nPulau Komodo yang terletak di pantai barat Flores, mempunyai Taman Nasional Komodo, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1986. Di dalam salah satu taman nasional tertua di Indonesia ini terdapat hewan unik komodo (Varanus Komodoensis) dan habitatnya. Selain itu di Taman Nasional Komodo juga dilestarikan hayati dari seluruh pulau seperti penyu, tikus endemik, unggas dan rusa, termasuk 1.000 spesies ikan, 260 spesies karang, 70 spesies spons, dugong, hiu, pari, manta, ikan paus, lumba-lumba, dan penyu.

 ***

Getting there:

Ada tiga jalur penerbangan ke Flores yaitu dari Jakarta via Denpasar dan Labuan Bajo ke Maumere , Jakarta via Makassar ke Maumere atau Jakarta via Kupang ke Maumere. Jarak tempuh dari Maumere ke Labuan Bajo adalah sekitar 20 jam berkendara atau sekitar 2 jam waktu penerbangan. Untuk memaksimalkan pengalaman liburan di Flores, pilihlah perjalanan awal dari Maumere, kemudian menggunakan jalan darat dan laut ke Labuan Bajo, sedangkan penerbangan kembali ke Jakarta dari Labuan Bajo. Alat transportasi dalam kota masih menggunakan bemo dan motor ojek.

Where to stay:

Pilihan hotel dari Maumere sampai Labuan Bajo bervariasi dan sangat memadai. Berbagi kamar dengan teman atau keluarga sangat disarankan, karena perjalanan yang cukup panjang membutuhkan penginapan yang berbeda setiap hari akan lebih efesien. Anda bisa rileks menikmati fasilitas hotel pada akhir perjalanan di Labuan Bajo.

Local Culinary:

Hidangan laut di restoran lokal tak kalah nikmatnya dengan sajian hotel berbintang. Namun, wajib dicoba makanan pokok masyarakat Flores yaitu nasi-jagung, nasi merah, ubi, kuah asam ikan pedas dan lawar atau urap. Kopi yang terkenal di Flores adalah kopi Ende, yaitu kopi dicampur dengan jahe. Unik dan sehat.

What to do:

Trekking, snorkelling, diving dan aktifitas kultural sangat direkomendasikan untuk mengenal Flores lebih dekat. Perbanyak kegiatan ke pegunungan, perbukitan dan pantai yang menawarkan pemandangan alam spektakuler kepulauan Flores. Jangan lupa membawa pakaian hangat untuk perjalanan ke Kelimutu dan desa Bajawa yang cukup dingin di pagi dan malam hari, dan tentunya, cukup baju dan sandal pantai, sun block, sunglasses dan good-attitude! 🙂

DSC_4144

published in AMICA Indonesia – March 2013

Flores4Amica

One Comment

  1. Kereeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnn………. Jadi pengen ke sana…

Comments are closed.