A colorful country, Namaste NEPAL

Berlibur ke Nepal merupakan suatu pilihan yang bisa jadi diluar perkiraan banyak orang, tapi sekaligus dapat membuat para wisatawan melihat negara Nepal sebagai ‘mind blowing country’. Walau banyak orang bilang Nepal itu indah, namun saya sudah mempersiapkan terlebih dahulu mental dan ekspektasi sendiri, sebelum memutuskan Nepal sebagai destinasi liburan akhir tahun.

Nepal bisa dibilang negara kurang berkembang, namun kultur budaya, spektakuler alam sampai teknologi informasi, bisa menjadi terdepan dan sumber inspirasi yang tak tertandingi. Negara yang berbendera unik dengan bentuk satu-satunya di dunia ini, sangat colorful. Mulai dari prayer flag yang menggantung di sepanjang pegunungan di Nepal, pakaian sehari-hari wanita Nepali, maupun eloknya warna stupa Boudhanath di Kathmandu, ibukota Nepal.

Tiba di Kathmandu, saya sempat stres. Kota yang sedang berbenah dalam rangka program lima tahunan yaitu Nepal Tourism Year 2011, menyambut wisatawan dengan kota penuh debu dan sampah dimana mana. Ditambah lagi, walau langit cerah, suhu udara pada siang hari yaitu 16C bisa mencapai 3C di waktu malam, disaat musim kering terdingin yang berlangsung mulai bulan Oktober sampai Juni, membuat saya menggigil kedinginan.

Perjalanan dari bandara menuju Thamel, daerah pusat wisata di Kathmandu, ibarat naik roller coaster yang membuat jantungan. Di sini hampir tidak ada aturan lalu lintas, hanya terlihat satu dua lampu merah yang tidak berfungsi. Semua kendaraan saling berebutan jalan dengan bunyi klakson tanpa henti. Sepertinya, mobil dan pejalan kaki mempunyai hak yang sama, berkali kali supir kami harus membunyikan klakson panjang berulang-ulang karena jalanan kecil hanya memuat dua mobil saja, dipenuhi orang yang sedang mengobrol, baca sms ditengah jalan atau sedang membeli jeruk dari pedagang jalanan. Sebaliknya, supir taksi tetap saja memaksa masuk walaupun pejalan kaki sedang menyebrang. Herannya, tidak satupun terlihat marah atau menyumpah saat hampir keserempet mobil. Semua orang terlihat santai saja dan memaklumi aturan lalu lintas yang tidak biasa bagi pendatang ataupun turis ini. Sayapun berusaha memaklumi cara tersebut dan menahan stres, dan berusaha menikmati liburan disini. Namun, stres saya langsung terobati saat menyaksikan kemegahan pegunungan Himalaya yang mengelilingi lembah cantik Kathmandu.

KATHMANDU

Kathmandu adalah kota terbesar di Nepal yang terletak di lembah raksasa dikelilingi oleh pegunungan Himalaya. Konon, cerita legenda mengatakan bahwa pernah ada danau purba yang dikelilingi oleh gunung berhutan lebat nan hijau. Di dalam danau tersebut tinggalah ular raksasa. Suatu hari, seorang pengikut Bodhisattva bernama Manjushree mengangkat pedang saktinya dan membelah gunung Chobar, sehingga terbuka menjadi dua sisi dan mengalirlah air menjadikan lembah yang subur yaitu lembah Kantipur atau Kathmandu Valey. Penelitian geologi juga membuktikan bahwa lembah Kathmandu memang pernah berasal dari danau besar dengan tiga kota yang kemudian dibangun yaitu Patan, Bhaktapur dan Kathmandu.

Kathmandu adalah kota kaya tradisi, dengan spiritual yang hidup di dalamnya dan prosesi keagamaan yang spektakuler, kota ini telah mengalami ekspansi besar dalam dekade terakhir. Terlepas dari hiruk pikuk khas kota besar, namun keramahan warga Nepal seakan menyambut para wisatawan untuk mengenal ibukota dari negara yang memiliki harmoni keagamaan Buddha dan Hindu selama berabad-abad ini. Kathmandu juga adalah sumber harta karun bagi bangunan istana tua, pagoda dan stupa monumental, candi dan kuil yang bertebaran, menjadi bukti kejeniusan arsitek dan pengrajin penduduk asli. Tak heran kalau kekayaan warisan budaya Nepal diberikan penghargaan UNESCO World Heritage di delapan situs, termasuk Durbar Square, Swoyambhunath, Boudhanath dan Pashupatinath diKathmandu.

MUST SEE

Berlokasi 10 menit dari pusat kota Kathmandu, Thamel dikenal sebagai pusat wisata dengan aktifitas tanpa henti hingga larut malam. Mulai dari hotel dan penginapan, restoran dan bar, toko-toko suvenir, kafe, juga agen perjalanan, semua dapat ditemukan di sini. Di daerah yang mirip Legian di Bali ini juga anda akan dimanjakan dengan mudahnya mendapatkan akses internet, karena hampir semua bangunan adalah area bebas wi-fi. Dalam satu restoran atau bar bisa ditemukan tiga jaringan nirkabel yang bisa digunakan, anda tinggal minta password dari pelayan dan menikmatinya dengan gratis. Kemacetan di Thamel bisa membuat anda stres, karena jalanan yang hanya memuat dua mobil kecil ini dipenuhi oleh kendaraan roda empat dan roda dua, berbaur dengan pejalan kaki serta pedagang jalanan. Ingat Bali lagi? Thamel adalah sepuluh kali lipat macetnya Kuta. Bagi yang doyan belanja, Thamel akan memanjakan anda dengan begitu banyaknya toko-toko yang menjual pernak pernik khas Nepal, mulai dari pakaian, pashmina, souvenir sampai assesoris. Di tempat ini juga wisatawan dapat memesan perjalanan wisata seperti trekking, ballooning, hang-gliding, pesawat micro-light untuk menikmati pemandangan pegunungan Himalaya, termasuk gunung tertinggi di dunia yaitu Mount Everest.

Durbar Square adalah alun-alun yang dikelilingi oleh bangunan arsitektur yang spektakuler dan jelas menampilkan keterampilan para seniman selama beberapa abad. Disini terdapat istana dari raja Malla dan raja Shah, kuil Hanuman Dhoka, nama yang diambil dari patung Hanuman yaitu monyet pemuja bangsawan Ram. Meskipun istana dan kuil yang ada telah di renovasi berulang-ulang, alun-alun ini masih merupakan pusat peristiwa penting kerajaan seperti penobatan Raja Birendra Bir Bikram Shah pada tahun 1975 dan Raja Gyanendra Bir Bikram Shah pada tahun 2001. Lokasi situs istana Hanuman Dhoka yang merupakan tempat tinggal kerajaan Nepal sampai abad ke-19 ini dihiasi jendela kayu ukiran yang rumit yang terlihat di museum Tribhuwan King Memorial dan museum Mahendra.

Di ujung selatan Durbar Square merupakan salah satu atraksi yang paling aneh di Nepal, Chowk Kumari. Sangkar emas berisi seorang gadis muda bernama Kumari Raj, yang dipilih melalui proses seleksi kuno dan mistis menjadi inkarnasi manusia dari ibu dewi Hindu, Durba. Dia disembah selama festival keagamaan dan membuat penampilan unik untuk para wisatawan. Banyak wanita lalu lalang berpakaian sari berwarna warni. Bagi wanita menikah mereka mendandai dirinya dengan tika, semacam pewarna yang dibubuhi di belahan rambut dan dahi bagian atas, sebagai pertanda hormat kepada sang suami, mereka memakai sari dan pashmina merah, lengkap dengan gelang sewarna, sedangkan untuk wanita yang belum menikah boleh bebas memakai warna apa saja atau celana jeans modern.

The Boudhanath (Batu Wisnu), merupakan salah satu situs Buddha tersuci di Nepal dan merupakan salah satu lokasi wisata terpopuler di Kathmandu. Stupa berlukiskan mata Buddha yang menjadi ikon kota Kathmandu ini, didirikan oleh raja Nepal Licchavi Śivadeva antara 590-604 masehi. Cerita lain asal Tibet, konon Boudhanath dibangun oleh seorang pangeran untuk meminta pengampunan atas perbuatan sengaja yang dilakukannya yaitu membunuh ayahnya sendiri. Disini anda dapat melihat monk (biksu) dan warga Nepal berjalan mengelilingi stupa sambil berdoa dan menyentuh roda doa yang terdapat di tembok luar stupa. Terlihat jejeran prayer flag (bendera doa) dengan lima warna cantik membentang horisontal panjang di kanan kiri stupa. Bendera doa ini juga sering disebut wind horse yang mempunyai arti kehidupan panjang dan langgeng.

Sungai Bagmati adalahdianggap sungai suci oleh Hindu dan Buddha, dimana di sungai ini adalah pusat kremasi orang-orang Hindu. Menurut tradisi Hindu Nepal, tubuh orang mati harus dicelupkan tiga kali ke sungai Bagmati sebelum kremasi dan kemudian dimakamkan di kuil yang terletak diatas bukit disamping sungai ini. Banyak kerabat keluarga yang bergabung dalam prosesi pemakaman juga menyempatkan diri untuk mandi atau memercikkan air suci pada tubuh mereka pada akhir proses kremasi. Di samping sungai Bagmati terdapat candi Pashupatinath yang merupakan salah satu candi Hindu tertua dan terbesar Dewa Siwa di dunia. Sayangnya, wisatawan dan non-Hindu tidak diperbolehkan masuk ke candi ini. Sungai Bagmati yang mengalir melalui lembah Kathmandu. Banyak orang Newari (masyarakat adat) dengan jubah berwarna kuning yang menjadi objek jepretan favorit para wisatawan.

Bhaktapur adalah sebuah kota adat kuno di sudut timur Lembah Kathmandu. Ini adalah kota terbesar ketiga di Kathmandu dan pernah menjadi ibukota Kerajaan Nepal selama kerajaan Malla sampai abad ke-15. Bhaktapur terdaftar sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO untuk kekayaan budaya, candi, dan kayu, logam dan karya seni batu. Di situs ini terdapat rumah seni tradisional dan arsitektur, monumen bersejarah dan karya-karya kerajinan, jendela megah, tembikar dan industri tenun, candi dan kolam yang indah. Bhaktapur juga sangat kaya adat dan budaya, agama, festival, musik mistik dan sebagainya. Bhaktapur masih merupakan kota kuno terpelihara, yang sangat indah untuk dieksplorasi oleh wisatawan.

Asan, dikenal sebagai pusat sejarah, budaya, agama dan komersial di Kathmandu. Ada enam jalanan yang berbeda disini yaitu Bhotahiti, Kamalachi, Nhaikantwala, Teuda, Balkumari, Masan yang bermuara di bazaar kuno Asan. Disini wisatawan dapat menemukan pasar komoditas mulai dari bahan makanan sehari-hari, kacang-kacangan, buah-buahan sampai bumbu dan rempah khusus yang digunakan selama festival di Kathmandu. Selain itu juga terdapat tiga pagoda bertingkat yang didedikasikan untuk para dewi dan dewa Ganesha. Annapurna Ajima, adalah candi untuk memuja dewi makanan yang merupaka dewi utama dan yang paling dihormati penduduk di Asan. Aasa dyo Gane adalah candi untuk dewa Ganesha dewa dalam upacara penamaan bayi, ulang tahun dan upacara perkawinan. Candi ketiga yaitu Narayan Dyo yang berbentuk ikan untuk menandai tempat di mana ikan jatuh dari langit, menurut cerita rakyat.Anda juga dapat melihat kerumunan burung merpati dan burung gagak (craw) yang begitu banyaknya mengelilingi candi dan pagoda.

MUST DO

Di dekat Thamel, ada sebuah taman cantik bernama Garden of Dreams. Taman ini adalah bagian dari istana Kaiser Mahal yang dibangun pada tahun 1895 oleh Perdana Menteri Bir SJB Rana, yang kemudian diwarisi oleh anaknya Chandra SJB Rana dan selanjutnya menghadiakan kepada temurunnya yaitu Kaiser SJB Rana sebagai hadiah pernikahan. Ditangan Kaiser, taman Kaiser ini berubah menjadi sebuah karya seni. Di dalam taman ini terdapat sebuah ansambel paviliun yang indah, air mancur, dan bangunan bergaya fitur Eropa seperti beranda,teater, galeri, Keishar library dan birdhouses. Kaiser mendirikan enam paviliun yang didedikasikan masing-masing untuk enam musim di Nepal yaitu Basanta (musim semi), Grishma (musim panas), Barkha (musim), Sharad (awal musim gugur), Hemanta (akhir musim gugur) dan Shishir (musim dingin). Saat ini, Garden of Dreams terbuka untuk umum dengan restoran dan bar yang sangat terkenal yaitu Kaiser Cafe yang menjadi tempat hang out anak muda berkelas di Nepal, juga merupakan tempat favorit para wisatawan asing.

Bagi anda yang gemar kuliner, jangan melewatkan pengalaman prosesi kuliner unik makan malam di restoran ekslusif, Krishnarpan (yang berarti Bon Appetit) yang terletak di jalan Battisputali, 10 menit berkendara dari pusat kota Kathmandu. Restoran yang hanya melayani reservasi karena selalu fully-booked ini akan menyambut tamu restoran dengan keramah para pelayan yang berpakaian adat tradisional yang berbeda satu-sama lain, mulai dari kostum penari, petani sampai busana adat mempelai. Saat anda memasuki ruangan depan restoran, anda diminta untuk melepaskan sepatu terlebih dahulu serta membasuh tangan dengan siraman air dari teko sebagai pertanda pembersihan diri, baik badan maupun bathin. Di ruangan ini terdapat foto-foto para petinggi pemerintah Nepal dan orang-orang penting dunia yang pernah datang ke restoran ini, termasuk Jimmy Carter, Hillary Clinton dan Pangeran Charles, serta para tokoh pemerintahan dan artis Nepal lainnya.

Ruangan restoran yang cozy bergaya tradisional Nepal ini dominasi warna merah dan emas dengan lampu redup yang membuat hangat dan nyaman. Meja dan kursi rendah yang hampir seperti lesehan diatas hamparan karpet mewah dengan lilin beraroma khas Nepal. Di atas meja sudah tersedia menu pribadi dengan nama masing-masing tamu yang dicetak diatas kertas recycle merah elegan, lengkap dengan celemek untuk dikenakan selama makan malam. Menu yang ditawarkan meliputi 6 sampai 22 macam makanan. Menu tradisional Nepal dengan bahan organik yang disajikan termasuk dari Maccha Tareko (semacam risotto dan ikan), Momo (berupa dumpling tradisional), Dal, Bhat dan Tarkari (lentil atau kacang merah, nasi dan sayuran) dengan kaya herbs Nepal.

Sebelum memulai menu pertama, anda diminta untuk mempersembahkan beberapa cuil makanan anda bagi Tuhan, yang diletakkan di sebuah piring kecil berbentuk hati. Kemudian, pelayan menuangkan anggur beras yang tingkat alkoholnya bisa mencapai 55 pesen. Musik tradisional pun akan menemani tamu untuk menikmati sajian yang datang terus menerus dengan pelayanan yang sangat profesional dari manajer restoran dan para pelayannya. Sebelum pulang, tamu diberikan suvenir berupa potongan kecil terracotta dengan ukiran tangan Astamangals atau simbol keberuntungan. Sungguh, suatu pengalaman makan malam yang tidak akan terlupakan.

Restoran Krishnarpan merupakan bagian dari hotel butik The Dwarika’s, satu-satunya hotel yang memenangkan PATA (Pacific Asia Travel Association) Heritage Awards, selain kota Bakthapur. Keindahan hotel yang pernah ditinggali oleh Richard Gere ini, terletak pada bangunan dari kayu berukir rumit dan terakota yang dikerjakan tangan selama 10 juta jam oleh pengrajin terbaik di Nepal. Hotel mewah dan elegan bak istana ini adalah persembahan nyata arsitektur, budaya dan warisan lingkungan bagi Nepal. Pencampuran antara restorasi budaya dan pelestarian historis terlihat dalam detil seni arsitektur Malla di setiap bangunan dan 80 kamar dan suites yang berbeda karakter dan desain satu sama lain.

Kathmandu adalah pusatnya Yoga dan massage. Banyak yoga camp yang melayani permintaan retret untuk yoga dan meditasi. Mulai dari latihan fisik, latihan pernapasan dan asana untuk membantu konsentrasi, keseimbangan, kesadaran dan percaya diri. Asana atau latihan postur tubuh dengan melatih kemampuan untuk tetap dalam posisi meditasi duduk dalam jangka waktu lama. Praktek Yoga ini dimaksudkan untuk memulihkan, meningkatkan fleksibilitas tubuh dan vitalitas, memperkuat nada sistem saraf, meningkatkan sirkulasi, pelepasan ketegangan, dan meningkatkan fleksibilitas, juga dipraktekkan untuk latihan sebagai obat alternatif. Selain yoga, pijat Ayurvedic sangat terkenal di Kathmandu. Pijat yang menggunakan minyak herbal tradisional baik untuk proses penyembuhan alami tubuh, energi dan rileksasi dapat dirasakan langsung dalam tubuh dan pikiran.

Night out di Kathmandu juga seru. Selain bar dan klub yang bergaya Nepali dengan musik dangdut ala R&B yang dinyanyikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Nepal dicampur bahasa Nepal, ada tujuh kasino di Kathmandu yaitu Casino Royale (Durbar Marg), Casino Nepal (Tahachal), Casino Anna (Durbar Marg), Casino Tara (Bouddha), Casino Rad (Lazimpat) atau Everest Casino (Baneshwor Baru) dan Casino Shangri-la (Lazimpat). Roulette, black jack, flush, pontoon, Karibia Stud dan slot-machine adalah beberapa permainan yang tersedia. Enaknya, minuman dan makanan disediakan gratis sepanjang malam dengan hiburan dalam bentuk konser dan pertunjukan tari.

Belanja. Ada beberapa mall di Kathmandu, dengan mall terbesar yaitu Civil Mall. Disini, selain bisa didapatkan barang-barang bermerek dan kualitas tinggi, anda juga bisa membeli barang seni kerajinan yang merupakan salah satu ekspor utama Nepal yaitu logam dan ukiran kayu. Beberapa produk seni dan kerajinan terbaik Nepal dalam bentuk ukiran kayu, patung logam, perhiasan, pisau Gorkha yang terkenal, gerabah Khukuri, kertas beras buatan tangan, sampai karpet wol dan pakaian. Selain Thamel, anda juga bisa mendapatkan di mall toko-toko cinderamata, permata dan perhiasan, artefak keagamaan, koin antik Tibet dan lukisan alam pegunungan Himalaya.

POKHARA

Trekking. Bagi yang punya hobi petualang seperti trekking, paragliding,arung jeram dan penerbangan ultra-ringan, Pokharasalah satu tujuan wisata paling populer di Nepal yang didatangi wisatawan dari seluruh dunia. Perjalanan selama 30 menit dengan pesawat baling-baling dari Kathmandu menawarkan pemandangan pegunungan Himalaya yang sangat menakjubkan.

Pokhara sangat terkenal karena suasana yang tenang dan keindahan alam daerah sekitarnya. Kota ketiga terbesar di Nepal ini, menawarkan kombinasi alam dan budaya yang dikenal sebagai pintu gerbang pendakian ke basecamp Anapura, salah satu titik pemberhentian di kaki pegunungan Himalaya. Biasanya trekking yang dilakukan di Pokhara sampai 25 hari perjalanan, namun Anda dapat memesan 5 hari perjalanan dengan biaya USD300 termasuk guide yang akan membawakan semua perlengkapan trekking, mulai dari backpack, sleeping bag dan stok makanan anda selama trekking. Di kota ini juga terkenal dengan tiga danau, salah satunya danau Phewa nan cantik dengan pemandangan pegunungan bersalju Himalaya.

Shopping. Di Pokara anda dapat membeli barang-barang yang sama dengan di Kathmandu dengan harga lebih murah. Mulai dari souvenir, kerajinan tangan, pakaian, permata dan perhiasan, artefak keagamaan, mangkuk bernyanyi yang dapat mengeluarkan vibrasi energi, lukisan mandala, ukiran batu dan kayu, kerajinan logam, peralatan antik, koin dan karpet tradisional Tibet. Jangan lupa membeli pashmina yang terkenal seharga Rp135.000 sampai Rp.2 juta, tergantung bahan kulit domba dan kualitasnya. Asesoris yang berbahan seeds (biji-bijian) bisa anda dapatkan dengan harga serkisar Rp.17.000 sampai Rp.150.000 saja.

Seperti slogan Nepal ‘One time is not enough’ yang terlihat hampir di seluruh sudut kota Kathmandu, rasanya memang tidak cukup mengunjungi Nepal sekali saja, dimana begitu banyak kota dan daerah lain di Nepal seperti Bakhtapur, Patan dan Pokhara. Dengan program Nepal Tourism Year 2011, negara ini siap menerima wisatawan dunia untuk menikmati keindahan warna negara ini.

HIGHLY RECOMMENDED HOTEL

The Dwarika’s Hotel

The Dwarika’s Hotel

Nepal memenangkan dua penghargaan PATA (Pacific Asia Travel Association) Heritage Awards, yaitu kota Bakthapur dan Dwarika’s, hotel butik unik di Asia Selatan. Keindahan hotel yang pernah ditinggali oleh Richard Gere ini, terletak pada bangunan dari kayu berukir rumit dan terakota yang dikerjakan tangan selama 10 juta jam oleh pengrajin terbaik di Nepal. Hotel mewah dan elegan bak istana ini adalah persembahan nyata arsitektur, budaya dan warisan lingkungan bagi Nepal. Pencampuran antara restorasi budaya dan pelestarian historis terlihat dalam detil seni arsitektur Malla di setiap bangunan dan 80 kamar dan suites yang berbeda karakter dan desain satu sama lain.

Das Dwarika Shrestha, pendiri Hotel Dwarika’s menata tempat yang unik dengan memberikan bagian terbaik dari hidupnya untuk membangun hotel bersejarah ini, termasuk di dalamnya perustakaan, workshop, galeri, courtyard, lounge, fusion bar dan restoran terkenal Krishnarpan di Kathmandu. Hotel Dwarika’s berlokasi 10 menit dari pusat kota, dekat airport dan candi suci Hindu, Pashupatinah. http://www.dwarikas.com

Dwarika’s Himalayan Shangri-La Village Resort

Dwarika’s Himalayan Shangri-La Village Resort

Ditemani pemandangan spektakuler selama 45 menit perjalanan dari Kathmandu dan setengah jam dari kota Dhulikhel menuju Dwarika’s Himalayan Shangri-La, vila resor yang terletak pada ketinggian 1.700 meter ini menawarkan pemandangan 180 derajat pegunungan Himalaya, lembah Kavrepalanchok dengan sunrise dan sunset yang menakjubkan. Bangunan dengan 36 vila bergaya Nepal dengan, resort ini dikelilingi oleh hutan pinus, bunga mawar dan pepopohonan apel, resor yang tersebar lebih dari 20 hektar dengan ceruk dan lereng ini memiliki hutan sendiri yang didalamnya terdapat sejumlah spesies burung, kupu-kupu dan bahkan rusa. Dwarika’s Himalayan Shangri-La Village Resort memberikan sebuah oase relaksasi, privasi, suasana alam dan keramahan lingkungan yang menjadikan pengalaman liburan yang sempurna. http://www.dwarikashimalayanshangrila.com

Tips

  • Kathmandu’s Tribhuvan International Airport (TIA) dapat diakses dari seluruh dunia dengan penerbangan internasional langsung dari Doha, Dubai, Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Osaka, Chengdu, Guangzhou, Delhi, Mumbai, Kolkata, Karachi, Islamabad, Abu Dabi, Bahrain, dan Dhaka. Penerbangan dari Jakarta ditempuh kurang lebih 6 jam atau 8 jam dengan sekali transit.
  • Transportasi di Kathmandu lebih mudah dengan menggunakan taksi, dari airport menuju pusat kota membutuhkan biaya hanya sekitar 450 NPR (Nepalese Rupee) atau sebesar Rp. 56.000.
  • Akomodasi bervariasi dengan harga antara Rp.250.000 – Rp.2.000.000 per malam.
  • Nepal yang masih termasuk di daftar 50 negara termiskin di dunia (oleh UN) mempunyai jadwal pemadaman listrik pada jam 6 sore, sebaiknya anda manfaatkan waktu di siang hari untuk mengisi ulang batere peralatan gadget penting seperti handphone dan kamera.
  • Hampir semua kota di Nepal melek teknologi, dengan mudah anda bisa mendapatkan jaringan internet nirkabel (wi-fi) gratis disetiap restoran dan hotel.
  • Hati-hati dengan serangan altitude sickness (serangan kesehatan akibat daratan tinggi), seperti sakit kepala dan dehidrasi. Hindari minuman beralkohol dan perbanyaklah minum air putih.
  • Nepal, khususnya di Thamel terkenal dengan ‘kehidupan di atas atap’, jangan lupa menyempatkan diri untuk melihat pemandangan kota Kathmandu dari atap gedung hotel, dimana anda bisa melihat kegiatan sehari-hari penduduk Nepal di setiap atap rumah, seperti: ritual doa keluarga, mencuci pakaian dan berjemur rempah-rempah, kegiatan pangkas rambut, permainan sepak bola, pesta barberque sampai kehidupan berbagai macam burung gagak dan merpati.

*** [original version, article and photographs by Nova Dien]

This article is published in Femina (March 26, 2011) & ELLE Indonesia magazine (April, 2011) with a different story angle.


3 Comments

  1. saras says:

    Nggak sabar pengin buru-buru ke Nepal. Semoga pas ke sana juga bisa dapetin yang seru-seru, soalnya waktu trip-nya singkat banget +_+

  2. Ingka says:

    Nova Dien, baca artikel ini lagi bikin aku rindu nepallllllllll, kota eksotis, gak cuma temple tetapi pemandangannya juga menakjubkan, makanannya yang kadang ngangenin sampe debunya yang bikin takjub saat pertama tiba. Sopir taxi dengan mobil imutnya, anak jalanan dengan cerita menariknya, pokonya banyak yang menarik disana. Semoga suatu hari aku bisa kembali terutama untuk tracking dan namche bazaar-nya. And again thanks buat artikelnya yg buat aku bisa menjelajah Kathmandu dan sekitar.

    1. nezdn says:

      Ingka, seneng dengernya! Sama, aku kangen Nepal juga, pengen kesana lagi. Kalau kamu suka alam, I highly recommend kamu ke Tanzania buat safari trip. Aku udah post artikel pertama mengenai Tanzania, tapi ada lagi nanti artikel kedua. hehe…check it out: https://liburing.com/published-articles/her-world/her-world-indonesia-tanzania-the-big-five-hunting-december-2014/

Comments are closed.