Visit Ind1sia: YOGYAKARTA Now!

Entah mengapa saat Jakarta terasa terlalu berlebihan dengan kemacetan, polusi atau stress pekerjaan, saya selalu teringat Yogyakarta. Kota gudeg yang tenang dan ramah ini seolah menjanjikan kedamaian dan kenyamanan bagi para pengunjungnya. Waktu penerbangan Jakarta-Jogja yang kurang dari sejam dan kira-kira delapan jam dengan kereta api ini memang menjadikan Jogja sebagai salah satu kota pilihan untuk mengisi liburan pendek ataupun berakhir pekan. Terbayang jalanan kecil Prawirotaman yang di lalui becak dan sepeda, lesahan di sepanjang jalan Malioboro di waktu malam, rumah-rumah traditional yang asri dan keramahan warga Jogja, membuat saya, selalu merasa kangen untuk ‘pulang’.

Yogyakarta atau Jogja, juga disebut sebagai gerbang utama pulau Jawa adalah salah satu pusat kebudayaaan terkemuka di Jawa yang menawarkan begitu banyak daya tarik dari warisan dan kultural terbaik kepada pengunjungnya. Terletak di antara Gunung Merapi dan Samudera Hindia, kota yang berpenduduk 500.000 juta jiwa ini menawarkan beragam aktifitas dan tempat yang ‘wajib’ dikunjungi.

Mulai dari Sultan’s Palace atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dulunya adalah istana resmi Kesultanan Yogyakarta sejak Sri Sultan Hamengkubuwono I. Di dalam keraton terdapat benda-benda peninggalan milik Sultan seperti kereta kencana, senjata-senjata pusaka, alat-alat kesenian dan perlengkapan rumah tangga termasuk seperangkat alat memotret milik Sultan. Keraton berada dalam satu kompleks dengan Istana Air Taman Sari (Water Castle) yang dulunya menjadi tempat rekreasi dan tempat pemandian keluarga Sultan. Konon, sang Sultan melempari kembang ke arah selir-selirnya yang sedang mandi untuk menentukan siapa yang akan dijadikan date nya malam itu. Sekarang banyak fotografer pre-wedding menjadikan Taman Sari sebagai lokasi pemotretan karena taman nya yang indah dan romantis. Tidak jauh dari Keraton NgaJogjakarta berdiri Tugu Jogja, landmark paling populer di Jogja yang terletak tepat di simpang-empat Jalan Mangkubumi, Soedirman, AM Sangaji dan Jalan Diponegoro. Tugu yang hampir 3 abad lamanya ini menggambarkan semangat kebersamaan dan memiliki arti sangat mendalam serta menyimpan beberapa rekaman sejarah kota Jogja. Berjalan ke arah timur dari Tugu Jogja, disana ada Museum Affandi yang menyimpan lebih dari 300 buah hasil karya pelukis legendaris Affandi dan 700 lebih lukisan para pelukis Indonesia terkenal lainnya. Di tempat ini juga Affandi dan istrinya dimakamkan.
Ke Jogja tanpa berkunjung ke candi-candi bersejarah sepertinya kurang lengkap. Candi Borobudur yaitu candi Buddha terbesar di abad ke-9 ini berukuran seluas 120 ribu meter persegi atau hampir sama besar dengan kompleks pertokoan Plaza Senayan. Di candi Borodudur kerap diadakan acara tahunan dengan tarian adat Jawa dan pertunjukan lighting yang spektakuler, biasanya diadakan di bulan Juni. Candi ke dua adalah Candi Prambanan. Candi umat Hindu terindah di dunia ini terkena imbas gempa bumi di tahun 2006 yang cukup parah, namun keindahan nya tetap tersisa. Justru, reruntuhan batu-batu dan bongkahannya menjadikan candi Prambanan sebagai objek gambar yang menarik dan indah. Disini juga sering diadakan pagelaran seni dan tari dengan tradisional Ramayana yang terkenal dan kembang api setiap tahunnya. Kedua candi ini adalah tempat teramai didatangi turis dari seluruh dunia. Wajar saja kedua candi tersebut termasuk dalam daftar UNESCO sebagai World Heritage Culture yang dilindungi, selain Candi Boko. Sedangkan, tempat rekreasi pantai alternatif saat ini selain pantai Parangtritis adalah Pantai Baron di desa Wonosari. Pantai ini mempunyai pasir kuning keemasan dengan pemandangan teluk dan bukit yang indah di sekelilingnya.

Tempat-tempat lainnya yang pernah saya kunjungi adalah Kotagede, pusatnya pengrajin industri perak, Kampung Kasongan yang terkenal dengan kerajinan tembikar, rotan di Imogiri, tempat kerajinan tangan dan wayang di Bantul, dan tentu saja pasar tradisional Bringharjo sebagai pusat perbelanjaan batik Jogja! .

Bicara soal batik, Batik Jogja yang terkenal abadi dari dulu tidak lagi di monopoli oleh pembeli asing. Dengan banyaknya modifikasi batik yang lebih kreatif dan modern memberikan alternatif kepada para pemburu batik lokal seperti saya. Dulu bahan batik hanya sering digunakan sebagai bahan bawah kebaya, taplak meja ataupun serbet dan kebanyakan pria saja yang memakai batik, sekarang bisa dibilang hampir semua orang memakainya. Orang-orang muda pun ikut-ikutan memakai batik yang trendi menggantikan kebaya batik ibu atau neneknya. Kegunaannya juga bervariasi mulai dari kebaya bergaya modern, atasan dengan disain yang menarik, sampai tas maupun sandal bercorak batik! Bahan yang di gunakan juga semakin nyaman dan tidak kaku. Busana batik terlihat dimana-mana, di pesta pernikahan, pesta ulang tahun, fashion show, sampai acara arisan! Di mall, bioskop, hotel, bahkan kantor saya saja hampir semua karyawan menjadikan batik sebagai pakaian kasual di hari Jumat. Desainer batik di Jogja pun semakin beragam dan kreatif, sebut saja tempat-tempat seperti Apip’s Batik, Batik Bixa, Mirota Batik dan lain-lain yang yang menghasilkan batik menjadi seni yang indah dan elegan.
Selain perubahan trend batik Jogja, cukup banyak juga perubahan yang bisa dilihat dari kota yang berslogan ‘Never Ending Asia’ ini.

Akomodasi. Begitu banyak fasilitas hotel dan penginapan di Jogja. Sampai saat ini terdapat lebih 50 hotel berbintang dan lebih dari 300 penginapan tersebar di Jogja dan sekitarnya. Sekarang, banyak hotel bergaya butik yang lebih menampilkan sisi tradisional lokal. Rumah-rumah tua atau bangunana lama yang di renovasi dan dijadikan vila tidak kalah bagusnya dengan hotel-hotel berbintang. Harganya pun bervariasi dan terjangkau, mulai dari sejuta rupiah ke seratus ribu rupiah per malam!

Kalau di ibukota ada trans Jakarta, di jogja juga ada TransJogja. Tahun 2008 kemarin, kota Jogja mempunyai alternatif sarana transportasi perkotaan baru yang sangat membantu aktivitas dan mobilitas warga Jogja. Busway berwarna hijau-kuning ini melayani delapan halte serta dilengkapi petunjuk urutan halte dan brosur peta yang cukup lengkap TransJogja melewati rute mulai dari Bandara Adisucipto, Stasiun Tugu, Malioboro, UGM, Ringroad Utara sampai Prambanan.

Kreatifitas di Jogja pun semakin berkembang. Hal ini bisa di lihat di Taman Mural yang terdapat di perempatan Galeria yang menghubungkan Jalan Jendral Sudirman dengan Bethesda, Jalan Sagan, Jalan Solo dan jalan Lempuyangan. Taman yang terletak di bawah jembatan layang (flyover) Lempuyangan ini adalah taman rekreasi publik yang menjadi alternatif di Jogja bagi warganya. Kesan buruk tentang kehidupan di bawah jembatan seperti di Jakarta sangat berbeda dengan taman ini. Terlihat di tembok-tembok terdapat lukisan bergambar komik kreatif; ada gambar kereta api, badut, putri duyung, ikan dan laut, buah-buahan, gambar pramugari, wajah manusia ataupun tulisan-tulisan penuh makna dan pesan. Warna daripada lukisan mural-mural tersebut menjadikan kawasan taman ini tidak saja jauh dari kesan buruk seperti lokasi kejahatan atau tempat yang jorok, sebaliknya merubah kehidupan bawah jembatan menjadi ramai, indah dan lebih hidup. Saya jadi ingat mural serupa di kota Brussels, Belgia yang konsepnya hampir sama dengan Taman Mural di Jogja ini.

Bagi saya, melakukan perjalanan ke suatu tempat, mencoba makanan lokal adalah wajib di lakukan. Tidak sreg rasanya ke Manado kalau tidak mencoba ikan bakar rica-ricanya, atau tidak mencoba ayam Betutu di Bali, begitu juga dengan Jogja yang terkenal dengan gudegnya. Selain gudeg beberapa menu lokal dapat ditemukan dengan harga yang murah meriah membuat wisata kuliner di Jogja semakin menarik.

Nasi goreng Beringharjo dapat ditemukan di Jalan Mataram, di pertigaan Taman Budaya Jogjakarta atau di kenal dengan Taman Pintar karena pusatnya tempat penjualan buku-buku di Jogja. Nasi goreng yang sudah ada sejak tahun 1960-an dibuka dari jam 6 pagi sampai tutupnya jam 11 malam. Tidak perlu menunggu untuk dilayani karena sudah tersedia variasi nasi goreng dalam porsi besar! Ada nasi goreng ayam, nasi goreng seafood, nasi goreng daging kambing, nasi goreng pete sampai nasi goreng babi. Cara penyajiannya tinggal di beri irisan tomat segar, kubis, seledri, bawah merah, telur dadar atau acar sebagai tambahan nasi goreng yang dipilih dengan harga paling mahal Rp 6.000 per piring.

Bakmi Shibishu – Kalau liat dari namanya, sepertinya nama Jepang, padahal maksudnya si-bisu yang buat saya mempunyai double-meaning. Pertama pelayan yang menyajikan bakmi adalah seorang tuna-rungu dan kedua kelezatan bakmi Shibishu ini membuat saya kehilangan kata-kata sewaktu menikmati campuran mie kuning dengan irisan daging ayam dicampur dengan rempah-rempah segar dan ‘berani’. Bakmi Shibishu yang sangat terkenal ini terletak di Jalan Raya No 106 Bantul tepatnya 500 meter dari Pojok Beteng Kulon, sudah beroperasi selama 25 tahun.

Sate Kuda Gondolayu – Sate Kuda yang katanya bagus untuk kesehatan lelaki ini terletak di Jalan Sundirman dekat jembatan Gondolayu. Saking banyak yang percaya mitos ‘torpedo-kuda’ ini Sate Kuda Gondolayu sangat ramai pengunjung sehingga harus melakukan reservasi terlebih dulu! Diolah dari daging kuda muda yang direbus selama sejam disajikan dengan nasi sepiring dan secangkir teh panas. Konon, Ade Rai pernah makan 100 tusuk sate disini!

Pecel Kembang Turi di daerah Kasingan ini di kenal juga dengan pecel baywatch karena penjual pecel bernama Warno adalah seorang nenek yang memakai kaos tanpa lengan agar merasa nyaman karena udara panas. Hidangan campuran sayur-sayuran rebus disajikan dengan saus kacang sebagai yang menu utama ditambahi hidangan ikan belut yang digoreng. Ada empat jenis sayuran dicampur dengan saus kacang, yaitu bayam, daun pepaya, bunga turi (Sesbania Grandiflora) yang sedikit pahit yang diyakini memiliki manfaat untuk mengurangi panas dalam dan radang.

Tahu ngga kalau di Jogja ada tempat makanan seperti di Bali yaitu Jimbaran? Bedanya, kalau Jimbaran yang di Bali terdapat di sepanjang pantai Jimbaran, kalau Jimbaran Jogja terletak di Jalan Damal di atas perbukitan dikelilingi pemandangan sawah di sekitarnya. Mungkin karena lokasinya yang dekat Bali maka dibuka ‘cabang’ Jimbaran di Jogja juga. Aneka seafood yang menjadi andalan menu di Jimbaran Jogja tidak kalah segar daripada Bali!

Salah satu pilihan restoran terkenal di Jogja dengan desain bangunan simple namun cozy yaitu Hani’s restaurant. Lokasi restoran ini tidak begitu jauh dari hotel Hyatt Regency, tepatnya berada di belakang Hani’s Villas. Menu pilihan yang bergaya Eropa seperti salad, croissant, steik, sandwich dan burger. Ada juga makanan Itali, India dan Vegetarian food. Beragam roti fresh, dan pilihan chocolate-cake menemani waktu santai sambil menikmati hamparan sawah dan gunung Merapi sebagai bonus menyejukan mata.

Bagi anda yang ingin mengunjungi restoran yang lebih fancy dan mewah, bisa ditemukan di restoran internasional Omah Dhuwur di jalan Mandarakan, Kota Gede. Bangunan tua bergaya kolonial Jawa dan arsitektur Asia yang konon berusia 150 tahun ini memberikan atmosfir yang berbeda bagi pengalaman kuliner anda. Tempat yang menyajikan suasana sejarah Jawa Mataram yang kental dipadukan dengan menu ‘east-meet-west’ yang unik; Australian Lamb Rack, Black Angus Tenderloin, Ayam Sere, Bothok Ayam Jagung, Chicken Tortilla, Spaghetti, Crème Brulee sampai tradisional Java fried rice. Untuk stik tenderloin-nya dilengkapi dengan singkong rebus sebagai mashed-potato. Anda hanya perlu menghabiskan Rp.95.000–165.000 per orang untuk menikmati set menu lengkap dari appetizer, main course sampai desert nya. Restoran yang dilengkapi dengan gazebo dan teras ini juga sering dipakai untuk acara resepsi pernikahan.

Seperti hal nya kota-kota turis lainnya, Jogja juga adalah surga shopping. Kalau dulu saya memilih Jalan Malioboro sebagai tempat belanja. Sekarang, ada tempat baru di Jogja yaitu Saphire Square. Tempat yang lagi in di Jogja ini selain sebagai tempat belanja juga menyuguhkan hiburan seperti ice skating, billiard dan bowling. Berdekatan dengan Saphire Square, terdapat mall Ambarukmo yang menjadi tempat hiburan terlengkap bagi masyarakat Jogja seperti Carefour, food court, kafe-kafe dan Studio 21. Ada juga distro-distro keren seperti Whatever Distro di jalan Abu Bakar Ali dan Distro Mail Box di jalan Gejayan dan Revel Shop di Sagan yang menjual busana mode terbaru.

Tempat hang-out yang sedang menjamur di Jogja adalah kedai kopi yang melayani tamunya dengan kemudahan fasilitas seperti internet, koleksi buku sampai pemutaran film indi. Konsep kafe seperti ini sangat digemari oleh anak muda Jogja yang menjadikan tempat bertemunya bloggers dan gamers. Kopi sajian menu yang beragam mulai dari kopi khas Jawa, Aceh sampai Toraja disajikan sesuai selera. Seperti Rumah Cafe yang terletak di jalan Sagan serta Coffee Break Cafe yang terletak di Jalan Kaliurang. Keduanya menyediakan berbagai macam bacaan, mulai dari bacaan ringan, komik sampai buku ilmiah disajikan di kafe ini. Kemudian ada juga kafe yang menyediakan semacam pameran seni dan kebudayaan Jogja seperti Via-Via Cafe yang terletak di daerah Prawirotaman, V-Art Gallery Cafe yang terletak di Jalan Solo serta Djendelo Cafe di ujung utara Jalan Gejayan. Beberapa pameran lukisan sering diselenggarakan oleh para seniman Jogja di kafe-kafe ini. Lain lagi dengan tawaran Lor Kali Cafe yang terletak dekat belokan Mataran ini menyediakan internet gratis bagi pengunjungnya dan anda dapat bermain games on-line di Empire Cafe yang berlokasi di Jalan Gejayan. Sedangkan Kafe Kinoki di Jalan Suroko Kota Baru setiap hari nya menyajikan film-film indi yang menarik.

Kebanyakan kafe-kafe di Jogja buka sampai tengah malam. Kalau yang hobi clubbing sambil ingin mendengarkan musik ada beberapa tempat seperti Hugos di Hotel Sheraton, Ceasar di Mall Ambarukmo dan Soda Lounge di Jalan Laksda Adisucipto, ketiga tempat ini buka sampai pagi! (ELLE Indonesia, Aug 2009)

2 Comments Add yours

  1. wah, gak coba makan mie embah mo di desa Code yah? A must in Jogja

    1. nezdn says:

      dimana tuh? kasih dong alamatnya …. thanks🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s