Lost in [SEOUL] Translation

Dari yang paling modern sampai yang paling tradisional,ada di Seoul. lstana kerajaan yang dibangun ratusan tahun lalu, serta robot yang super canggih!

Kesan pertama saya, Seoul adalah kota ini sangat hilly dan hijau. Banyak tempat berbukit, naik-turun dengan ceruk di tengahnya. Saya terheran-heran melihat gedung gedung perkantoran dan apartemen berada di dalam jurang, dikelilingi lebatnya pepohonan hijau.
Karena pemandangan hijau ini, mata saya jadi sensitif terhadap warna hijau. Menariknya, yang hijau tak hanya pohon, tetapi juga berbagai benda di sekeliling saya, mulai dari pagar taman kota, jembatan penyeberangan, trotoar pejalan kaki, tulisan di papan reklame, sampai pelat nomor kendaraan pribadi. Terlihat pula lima orang yang menyeberang jalan, tiga di antaranya memakai payung hijau. Lucunya, lamnpu merah pun berubah hijau setiap kali bus kami lewat.

MENYAPA ROBOT CANGGIH
Seoul merupakan salah satu dari 10 kota terbesar di dunia. Kota ini terbagi menjadi dua dortg (daerah),yaitu selatan dan utara, dipisahkan oleh Sungai Han Gang. Seoul sebelah utara adalah kota tua yang memiliki banyak situs tradisional, seperti empat pintu penjaga kota, kuil-kuil dan kuburan kuno, 5 istana kerajaan zaman dulu, dan beberapa kampung tradisional. Sebelah selatan Seoul, yang lebih dikenal sebagai kota modern, mempunyai Seoul Convention and Exhibition Center (COEX), museum, galeri, teater, pusat perbelanjaan, dan Seoul CiryTower. Di beberapa tempat, saya melihat kuil yang bersebelahan dengan tempat karaoke.

Di COEX, kami (saya pergi bersama rekan-rekan kerja) sempat mengunjungi pameran teknologi robot.Bermacam-rnacam robot dipajang di sana.Ada robot anjing, robot pembersih rumah, robot emosional, dan mainan robot yang sangat digemari anak-anak kecil. Genibo adalah sepasang robot berbentuk anjing jenis terrier yang pintar.Tingginya 30 cm, panjang 33,4 cm dan berat 1,5 kg. Robot ini lnampu memahami ucapan Anda, asal tidak lebih dari 100 kata, termasuk perintah-perintah dasar yang biasa diberikan pada anjing asli, seperti’Kemari!’,’Dudukl’,’ Goyangkan ekormu!’ dan ‘Berdiri!’dalam bahasa Inggris dan Korea.

Jika pengunjung mengelus kepala, punggung, atau ekornya, Genibo akan merasa senang. Demikian pula jika ia diberi bola untuk bermain. Katanya, robot ini mampu melakukan navigasi seputar dirinya untuk mengatasi hambatan. Pengembengan robot ini berlangsung selama tiga tahun dengan tirn beranggotakan 40 orang.

Hasilnya, sebuah robot dengan 17 penggerak kecil dan sebuah CPU.Thk lupa sebuah B/uerooth deuice disematkan dalam robot ini, sehingga pengunjung bisa memberikan perintah. Kami juga sempat lnenyapa Ottoro, robot pernbersih pertama di dunia. Robot berbentuk uaa nrm cleaner ini mempunyai’mata’ (kamera digital), sehingga dapat ‘melihat’ tempat-tempat di dalam rumah yang perlu dibersihkan,’otak’ (sistern perangkat lunak) yang dapat ‘memikirkan’ cara paling efisien untuk memebersihkan, ’rasa’ (sistem sensor) yang berguna untuk mendetcksi debu atau air. Ottoro juga mernpunyai ‘tangan dan kaki’, yang membuatnya bisa bergerak ke mana-mana, sar-npai ke sudut-sudut ruurah. Wah, ini penting, jadi, kalau di rumah sedang tidak ada pembantu, saya bisa menyewanya!

GYENGBOKGUNG PALACE YANG BERLAPIS-LAPIS
Istana Gyengbokgr.rng adalah istana kerajaan terbesar pada zaman dinasti Joseon. Istana yang merupakan pusat kehidupan Seoul di masa itu, didirikan oleh Raja Taejo pada tahun 1395. Tempat ini sempat bertahan selana 197 tahtn, sebelum dihancurleburkan oleh bangsa Jepang pada tahun 1592. Kemudian, pada tahrrn 1B6tJ istana ini dibangun kembali atas perintrh Prince Regent pada masa Kerajaan King Go.1ong.

Di dalam Istana Gyengbokgung terdapat 13 lapis bangunan untuk keperluan administratif kerajaan dan pcrkantoran gubernur, kediaman keluarga kerajaan, dan tarnan relaksasi. Terlihat istana istana kecil di dalamnya, seperti Junggung (istana Ratu), Dong€iung (istana putra raja), dan GeoncheongSgung,yang dibang;un Raja Gojong.

Hampir seiuruh bangunan di Istana Gyengbokgung dirusak oleh bangsa Jepang. lJntunglah, ada beberapa bangunan penring yang masih tersisa, seperti Geunjeongjeon, yaitu bangunan lapis pertama dalam Istana Gyengbokgung. Pintu masuk istana utama adalah Gwanghwamun Gate dan Palace Wall. Selain pintu masuk utana Gwanghwamun, ada tiga pintu masuk lainnya ke dalam istana. Sampai sekarang pembangunan Gwanghwamun Gate n-rasih berlangsung dan diharapkan akan selesai pada tahun 2009.

Melewati pintu masuk Gwanghwamun,Anda akan menyeberangi lapangan sangat luas untuk memasuki pintu paviliun ke-2, yaitu Geunjeongjeon. Dulu, di lapangan luas ini pernah dibangun gedung perkantoran gubernur kolonial Jepang, yang kemudian dikembalikan ke bentuk asalnya pada 1990. Dari sudut timur lapangan Geunjeongjeon,Anda dapat memotret pemandangan indah Gunung Bugaksan sebagai latar belakang foto.Paviliun ke-3 adalah Sajeongjeon, bisa ditemukan setelah Geunjeongjeon.

Di sini terdapat paviliun resepsi, tempat raja menerima tamu undangan dan tempat rapat kerajaan. Paviliun Sajeongjeon diapit oleh dua bangunan di kanan-kirinya, yaitu Manchunjeon Hall dan Cheonchujeon Hall. Kedua bangunan ini dilengkapi oleh sistem penghangat pada lantainya, agar tetap bisa digunakan saat musim dingin.

Gangnyeongjeon dan Gyotaejeon adalah paviliun ke-4. Istana Gyotaejeon merupakan tempat kediaman ratu yang berhadapan dengan Gangnyeongjeon, tempat kediaman raja. Kedua istana ini dikelilingi oleh taman-taman bunga dan bebatuan. Paviliun ke-5 adalah Heumgyeonggak dan Hamwinjeon. Kedua paviliun ini adalah tempat inspirasi keluarga kerajaan terhadap kegiatan agama Buddha dan agrikulturan. Jagyeongjeon, paviliun ke-6, adalah tempat tinggal Wueen Dowager Jo, ibu dari Raja Hyeongjing.

Tempat ini merupakan paviliun terindah di seluruh istana. Dinding sebelah barat didekorasi oleh tanaman cantik disertai tulisan berkarakter Cina, sebagai ekspresi akan kesejahteraan dan kebahagiaan sang ratu.Disebelah timur kediaman raja terdapat paviliun ke-7, Donggung, yang merupakan tempat tinggal putra mahkota dan putri-putri kerajaan. Didalamnya terdapat dua ruang yang berfungsi sebagai dapur kerajaan, sedangkan di bagian utara terdapat paviliun ke-8 yaitu Hamhwadang dan Jipgyeongdang, yang keduanya dihubgungkan dengan koridor.

Paviliun Hyangwongheong dan Istana Geongheonggung merupakan paviliun ke-9, tempat raja bercengkerama dengan para selir. Pada tahun 1895, ada seorang pekerja kerajaan bernama Myeon-seong dibunuh oleh tentara Jepang ditempat ini. Setelah itu, kami menuju ke paviliun ke-10, Jibokjae dulunya digunakan sebagai perpustakaan dan ruang untuk menyambut perwakilan tamu asing luar negri. Taewonjeon, paviliun ke-11, yang lokasinya paling ujung yang berada di bagian timur utara istana, merupakan tempat kremasi keluarga kerajaan dan ruang penghormatan nenek moyang keluarga kerajaan.
Hebatnya, seluruh paviliun dari istana kecil tadi hanya sebagian kecil dari Gyengbokgung Palace. Hasil kreasi yang fantastis ini terdiri dari 330 bangunan arsitektur yang kompleks!.Ya, Anda bisa tersesat didalamnya!

BELANJA, BELANJA, BELANJA!
Sejujurnya, hidup di Seoul akan menguras kantong Anda! Semua serba mahal! Contohnya, dari hotel ke bandara, saya menggunakan taksi argo dengan jarak yang tidak begitu jauh. Tapi saya membayar 80.000 won (sekitar Rp.800.000)! Bahkan teman saya asal Filipina membayar taksi untuk jarak yang sama, sebesar 130.000 won (Rp.1,3 juta!), karena adanya tambahan biaya pada malam hari.

Katanya, tempat belanja yang agak lebih murah adalah Nadaman Market. Untuk oleh-oleh anda bisa membeli kaos seharga 30.000 won (tiga ribu rupiah) dan sate ayam seharga 70.000, masih saja mahal! Tidak heran, sebagian besar TKI betah bekerja di Seoul dan tidak mau kembali ke Indonesia. Karena, rata-rata mereka digaji 1.juta won (Rp.10 juta) per bulan!

Namun, pengalaman belanja di Seoul sangat membuka wawasan, jika tidak bisa dibilang tempting. Produk fashion dan benda elektronik tercanggih tersedia di hampir semua pusat perbelanjaan. Jika Anda penggemar barang bermerek, anda perlu mengunjungi Apgujeongdong Rodeo Street atau Myeongdong. Disana terdapat produk-produk hi-fashion berlabel Perancis dan Itali.Tempat yang sangat sayang dilewatkan adalah Insadong Street. Jalan ini hampir sama dengan jalanan di Kuta dan Legian, Bali. Disana terdapat toko-toko mungil yang menjual aneka benda seni, barang antik, sutra, boneka Korea, topeng kayu dan barang khas Korea. Pilihan paling nyaman adalah di hari minggu, karena kendaraan pribadi tak boleh masuk ke jalan ini.

Pasar tradisional yang sering dikunjungi adalah Namdaeumun Market dan Dongdaeumun Market. Pasar tradisional yang buka 24-jam ini menawarkan koleksi terbesar bahan sutra dan produk lokal untuk peralatan rumah-tangga. Anda juga bisa menemukan tas-tas bermerek imitasi dengan kualitas nomor dua. Disini juga dijual pula makanan Korea yang terkenal yaitu kimchi, rumput laut dan ginseng.

TEAM BUILDING DI SEOUL
Kegiatan yang menarik selama disana adalah outing, yang diselenggarakan perwakilan kantor kami di Korea. Pilihan tempatnya adalah Chung Pyung Training Center, di daerah Kyunggi-do dengan berkendara selama 2.5jam ke luar kota Seoul. Di dalam area yang menjadi tempat rekreasi anak muda Korea ini, terdapat Danau Chung Pyung. Selain bisa uji nyali dengan bungee jumping, pengunjung juga bisa melakukan sejumlah aktifitas olahraga air, seperti ski air, banana-boat, dan fly-fish yanitu permaian air menggunakan perahu yang terbuat dari balon. Perahu di tumpangi 2 orang kemudian ditarik kencang oleh speed boat sampai terbang terangkat dari permukaan air kira-kira setinggi 4-10 meter.

Ada cerita lucu disini. Tim kami yang berjumlah 33 orang mendapatkan brief oleh 3 instruktur yang todak terlalu bisa berbahasa Inggris. Kami dijelaskan aturan permainan yang akan dibagi dalam dua tim. Penjelasan pertama dalam bentuk video yang memperlihatkan cara merakit perahu yang agak jelimet. Rakit tersebut nantinya akan dipakai sebagai alat penyelamat di sungai yang airnya cukup deras dan berbahaya. Kemudian seorang instruktur memberi penjelasan lebih detail mengenai persiapan dan pelaksanaan dalam bahasa Inggris. Tak satupun dari kami yang mengerti penjelasannya, kecuali rekan kami dari Korea tentunya yang sibuk menjawab pertanyaan kami satu-persatu. Tiba-tiba instruktur tadi beteriak,:”Lady….???? (baca:ready?!), seperti bisa ditebak, hanya yang wanita saja yang menjawab ‘Yes!?’. Kami tak menyadari apa yang terjadi, sampai kemudian dia mengatakan lagi ‘Vipor copatition yu wil nit tu du seksersais!) Am soly about my pur inglish. Eni, kuesiong!?” (baca: Before competition you will need to do exercise, I’m sorry about my poor English. Any question?). Saya pun bertanya ke teman Korea saya.”What is HELP in Korean:?. Teman-teman saya tertawa! Benar-benar l0st in translation!:)

***

Published in Femina, Nov 2007: Nyaris Tersesat di Istana Raja Korea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s