Travel OZ, Tasmanian Devil

Mendengar kata Tasmania yang hanya terbayang di pikiran saya adalah ‘Taz’, karakter animasi kartun di film seri Looney Tunes keluaran Warner Bros. Saya belum mengetahui banyak tentang pulau milik Negara Kangguru, Australia ini selain jaraknya yang berdekatan dengan benua es Antartika yaitu sekitar 3443 km dari ujung selatan Tasmania ke ujung timur Antartika (atau sejauh terbang Jakarta- Irian Jaya).

Dalam promosi Discover Tasmania ‘ Tasmania, Bigger than Australia’, ternyata pulau ini memang menawarkan banyak atraksi dan aktifitas selain Tasmanian Devil. Mulai dari mengenal kultur seni dan kebudayaannya, belajar sejarah naraidana yang di impor dari Inggris, berkemah di Cradle Mountain dan menikmati kehidupan liar margasatwa di sepanjang Peninsula coastline. Pemandangan spektakuler pantai dan hutan belantara menjadi ciri khas pulau ini dan tak ketinggalan aktifitas kuliner sembari mencicipi wine kelas dunia seperti Pinot Noir Freycinet, The Pirie dan Domaine. Namun, saya tetap berharap bisa bertemu sang fairytale ‘Taz’, si Tasmanian Devil selama liburan akhir tahun saya di sana.

WHERE TO GO
-Hobart Rolex Yacht Race
Perjalanan wisata di Tasmania dimulai dari Hobart, ibukota kedua tertua di Australia. Kota yang dibangun sebagai daerah hukuman kolonial di tahun 1803 adalah kota pelabuhan di tepi sungai Derwent nan cantik berlatar belakang Wellington Mountain. Tidak heran, kalau pelabuhan Hobart adalah salah satu pelabuhan terbaik di dunia selain pelabuhan Sydney dan Hong Kong. Di kota ini juga terdapat restoran dan kafe, galeri seni dan toko-toko kerajinan yang bisa ditemui disepanjang Salamanca Market dan juga, pabrik coklat Cadbury!

Beruntungnya, liburan saya kali ini bertepatan dengan acara internasional tahunan bergengsi yaitu perlombaan kapal layar yang diadakan rutin selama 70 tahun sejak tahun 1945 oleh Cruising Yacht Club of Australia (CYCA). Perlombaan yang menjadi icon olah raga musim panas di Australia ini berlangsung selama lima hari yang dimulai dari Sydney pada tanggal 26 Desember atau disebut dengan boxing day dan berakhir pada malam tahun baru di Hobart. Para pembalap bersaing berlayar mengarungi lautan dingin Tasmania dengan ketinggian ombak bisa mencapai 60 meter selain menghindari angin kencang sampai pada garis finish. Salah satu perlombaan kapal layar berkategori paling berbahaya di dunia ini pernah menelan korban pada tahun 1998. Tragedi yang mengakibatkan lima kapal tenggelam dan enam orang meninggal, menyisakan hanya 44 dari 115 kapal yang tiba selamat sampai ke Hobart, membuat panitia memperketat aturan dan kelayakan kapal dan pengalaman serta jam terbang peserta lomba.

Pesta penyambutan peserta lomba telah dipersiapkan oleh pemerintah setempat dengan ratusan wartawan dan wisatawan dari seluruh dunia, siap mengekspos keberhasilan event besar ini. Tenda-tenda besar dibangun di sekitar Constitution Dock yang menjual bermacam-macam makanan dan minuman bertemakan Taste of Tasmanian and Hobart Summer Festival . Pagelaran musik menemani wisatawan yang menunggu kedatangan kapal-kapal tersebut dengan beragam pilihan kuliner. Saya tidak ketinggalan mencoba irisan Salmon Tasmania yang terkenal dengan minuman bir jahe dingin dan lesatnya Strawberry Pie yang katanya wajib di coba selama berada di Tasmania.
Pada malam hari suasana bertambah ramai dan meriah, setelah acara penyambutan kapal-kapal layar selesai, acara di lanjutkan dengan perayaan kembang api dalam rangka menyambut pergantian tahun baru. Saya menikmati pesta fireworks dari atas kapal yang kami sewa seharga AUD 80 per orang yang merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan.

Port Arthur
Port Arthur adalah sebuah desa kuno dengan bangunan bergaya kolonial yang bisa dicapai sekitar 90 menit berkendara dari Hobart. Ini adalah situs sejarah yang dibangun pada tahun 1830 sebagai stasiun kayu yang kemudian di jadikan tempat penampungan bagi lebih dari 1.100 narapidana oleh Gubernur Arthur di awal tahun 1840an.
Bagi warga Australia, sejarah Port Arthur adalah sesuatu hal yang memalukan untuk ‘dijual’ ‘kepada wisatawan karena menyimpan sejarah terpahit yang dialami para narapidana saat itu. Para narapidana kebanyakan berasal dari kepulauan Inggris dengan tingkat kejahatan mulai dari perkosaan, pembunuhan, kekerasan sampai pada pencurian. Jaman itu, pencurian ringan seperti mencuri sendok atau garpu, mencuri buku atau sepatu bisa dikenai hukuman penjara belasan tahun! Kehidupan para narapidana adalah bekerja keras sepanjang hari, seperti membangun jembatan dan jalan, gereja, rumah dan kota. Kota-kota seperti Richmond, Oatlands, Ross, Campbell Town, Norfolk Plains dan kota-kota lainnya dibangun dengan darah, keringat dan kematian para narapidana saat itu. Biasanya mereka bekerja sepuluh jam sehari, di musim musim mereka dingin membeku dan di bawah teriknya musim panas, mereka mengangkat batu-batu besar seberat 50 kilogram dan mengubahnya menjadi batu bata, mengangkat kayu besar dan membawanya ratusan meter tanpa bantuan alat transportasi.Para narapidana tidur di ruangan seadanya, dengan jendela kecil dan pintu kayu tebal dan berat. Saat keluar ruangan penjara hanyalah untuk bekerja atau ke gereja, selebihnya untuk kerja rodi. Apabila ada yang berbuat kejahatan di dalam penjara atau kedapatan mencoba melarikan diri, hukuman cambuk sudah menanti dan tidak di beri makanan sama sekali, kemudian mereka di kurung di kamar isolasi tanpa jendela maupun sinar matahari. Tidak heran banyak narapidana menjadi gila ataupun bunuh diri. Begitu banyak yang meninggal ataupun di hukum mati di sini, itu mungkin sebabnya Port Arthur juga menawarkan paket Historic Ghost Tour pada malam hari kepada wisatawan seharga AU$61 per orang!
Selain situs penjara yang mengerikan di Port Arthur, ada juga taman yang sangat cantik dan asri di dalam kompleks gereja di sana yang bernama Garden of Exile. Terlihat reruntuhan bangunan gereja yang masih berdiri di kelilingi taman bunga yang indah.

WHAT TO DO
Sea life Experience
Petualangan menjelajahi pantai terjal semenanjung Tasmania adalah aktifitas yang sayang dilewatkan selama berada di Tasmania. Kegiatan eksplorasi kehidupan satwa liar dan pemandangan laut yang spektakuler di Englehawk Neck ini bisa dinikmati melalui tur kapal eko wisata profesional.
Seharga AU$99 anda akan di suguhkan pemandangan tebing dan gua laut tertinggi di belahan bumi bagian selatan yang begitu menakjubkan.
Perjalanan tur dimulai dari jam 10 pagi selama empat jam. Kapal yang berkapasitas ekslusif hanya 30 orang membuat perjalanan menjadi nyaman dan menjaga privasi penumpangnya dengan pilihan tempat duduk yang lebar dan luas kapal yang lebih dari cukup untuk semuanya. Jaminan bisa melihat dari tempat duduk baik di bagian tengah, dek atas maupun di bagian belakang membuat anda leluasa mengambil gambar tebing ‘The Hole in the Rock’ yang menjulang megah di ketinggian 300 meter dari permukaan air dan pemandangan laut lainnya. Saya mengambil tempat duduk di bagian belakang, pilihan yang strategis untuk mengambil gambar dan menjaga supaya saya tidak mual dengan guncangan kapal, namun ternyata di posisi ini saya beberapa kali terkena cipratan air laut yang membeku menjadi butiran-butiran es yang lumayan dingin. Untungnya, paket tur ini sudah termasuk jaket tahan angin dan water-proof yang dipinjamkan selama berada di atas kapal, selain minuman, makanan ringan dan obat anti mabuk laut.

Perjalanan tur ini dipandu oleh ahli geologi dan satwa liar yang siap menjelaskan bagaimana kehidupan burung elang laut Albatross, ikan lumba-lumba dan paus yang berimigrasi musiman dan berkembang biak. Saya juga berkesempatan bertemu langsung dengan binatang-binatang laut itu, yang selama ini saya lihat hanya melalui program National Geographic atau Discovery Channel saja, termasuk anjing laut (Seal), Dolphin dan Penguin! Nahkoda kapal yang sudah mengetahui rahasia pantai ini membawa kapal melaju menembus arus dan ombak dengan sesekali membuat manuver tajam dengan kecepatan yang tinggi membuat perjalanan kami semakin seru!

Berburu Tasmanian Devil
Hari terakhir liburan, saya habiskan di bagian barat Tasmania. Perjalanan yang berkesan selama berkendara melewati kota Nubeena, kota nelayan yang di tempuh selama 10 menit dari Port Arthur. Nubeena dari kata Aborigin yang berarti ‘Lobster’ yang memang banyak di jual di kota ini, selain itu kota ini juga populer bagi peselancar karena pantai Roaring dengan pemandangan ke Storm Bay yang memukau menantang untuk surfing.
Keunikan berkendara di sini, adalah begitu banyak roadsigns atau tanda rambu-rambu lalu lintas ataupun sekedar tanda bergambar di jalanan. Terlihat di sepanjang jalan tanda-tanda peringatan seperti tulisan ‘You Are in Our Sight’ dibawah gambar seorang polisi berkacamata hitam yang seakan melihat langsung ke arah setiap pengendara. Ini mengingatkan saya kepada lukisan Monalisa yang seakan menatap kita dari arah manapun kita melihat. Ada juga tulisan peringatan seperti “100 is a Limit, not a Challenge”, lebih kreatif dari tulisan ‘Kalau Ngantuk Jangan Nyetir, Kalau Nyetir Jangan Ngantuk” di jalan tol Manyaran. Peringatan lalu lintas jalanan juga terlihat untuk keselamatan satwa liar seperti tanda bergambar Kangguru, Koala, Wallaby (sejenis Kangguru kecil) and Cuscus (kuskus). Saking banyaknya tanda-tanda jalan yang unik disini sampai dibuat cindera mata yang di jual kepada wisatawan yang bisa dibeli seharga AU$ 3 per souvenir.
Pemandangan di kanan-kiri jalan pun tidak kalah menarik misalnya segerombolan sapi hitam (black angus) yang mengingatkan saya pada steak sebuah restoran Australia di Jakarta dan indahnya hamparan bunga Poppy di kebun Opium (sari bunga yang merupakan sumber untuk membuat morfin atau obat penenang).
Saya memutuskan berisitrahat di sebuah rumah penduduk bertanda gambar buah Cherry. Di daerah ini memang terkenal dengan perkebunan buah Cherry dan Strawberry. Biasanya buah-buah ini dijual oleh penduduk lokal dengan memetik langsung dari kebun tepat berada di belakang rumah pribadinya. Saya membayar AU$ 3 untuk sekantong plastik berisi 200 gram atau sebanyak 30 buah Cherry segar dan manis!Selain buah-buahan, daerah ini juga terkenal dengan fresh oyster yang dapat dibeli seharga AU$ 8 untuk setengah lusin atau 6 keping tiram mentah diperasi jeruk yang siap untuk di santap.
Setelah menikmati makan siang sayapun melanjutkan perjalanan beberapa saat sampai pada perhentian berikutnya, saat melihat papan informasi bertuliskan ‘Tasmanian Devil Conservation Park’, disinilah tujuan akhir saya yaitu bertemu langsung dengan si setan Tasmania, Taz!

Tasmanian Devil (Sarcophilus Harrisii) adalah sejenis anjing ukuran kecil, kekar dan berotot, lebih mirip tikus besar menurut saya yang saat ini hanya bisa ditemukan di pulau Tasmania Australia. Badannya berbulu hitam, berkepala besar dengan ekor panjang, berbau dan saat stres binatang ini akan memekik tajam memekakkan telinga dan terlihat begitu ganas ketika makan. Makanan yang diberikan oleh penjaga kebun binatang adalah semacam bangkai ataupun sesama Taz yang sudah mati. Sebenarnya, Tasmanian devil sudah pernah dicoba dimusnahkan karena dianggap sebagai ancaman bagi ternak, hingga pada tahun 1940an mereka menjadi hewan yang di lindungi. Sayangnya di tubuh Taz ditemukan virus tumor yang diprediksi akan membunuh jenis mereka sendiri dalam waktu dekat. Program yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Tasmania saat ini adalah untuk mengurangi dampak penyakit tumor wajah pada Taz agar kelangsungan hidup binatang ini tidak punah. Terus terang, saya tidak suka binatang ini, tapi saya cukup puas sudah melihat dan membuktikan kalau Taz bukan hanya sekedar karakter kartun Loony Tunes!

WHERE TO STAY
Hobart – Wrest Point Tasmania
Hotel bintang empat yang terletak di Sungai Derwent di Hobart ini sangat strategis karena menghadap langsung ke Hobart Harbor. Hotel yang menjual pemandangan indah kota Hobart ini juga mempunyai dermaga sendiri untuk transportasi air dari dan ke tempat-tempat hiburan sekitarnya seperti pasar Salamanca dan ke Port Arthur termasuk transportasi pesawat amfibi.
Fasilitasnya juga lengkap termasuk lapangan tenis, klub kesehatan, kolam renang indoor dan spa, serta lapangan golf mini di tepi sungai. Hotel ini adalah pilihan yang cocok untuk liburan keluarga.www.wrestpoint.com.au

Nubeena – Parsons Bay Retreat
Selain hotel berbintang yang ada di Tasmania, tersedia juga akomodasi terjangkau lainnya, salah satu yang menjadi rekomendasi adalah Hotel Parsons Bay. Terletak di kota nelayan Nubeena. Parsons Bay Retreat menawarkan berbagai macam pilihan akomodasi termasuk apartemen studio, kamar standard maupun kamar untuk keluarga. Apartemen studio nya lengap dengan dua kamar tidur, 1 kamar mandi dan ruang makan sekaligus dapur.
Fasilitas hotel yang tersedia sangat lengkap, mulai dari gratis akses internet, restoran dan bar, lapangan tenis,kolam renang indoor dengan pemanas, jacuzi dan spa!
Lokasi hotel yang strategis dekat ke mana-mana yaitu Port Arthur Historic Site dan Sealife Experience, Conservation Park, Eaglehawk Dive Centre, Taman Nasional dan Tasman atraksi lokal lainnya.www.parsonsbayretreat.com.au

[Published in Femina May 2010: MEMBURU SETAN TASMANIA]

One Comment Add yours

  1. nezdn says:

    Felicia Fonny Languju, Nova Lisbeth Lumingkewas, Francy Momuat and 8 others like this.
    Trinity Traveler Full congrats! hope we can travel together again
    May 1 at 4:35am · Like: Yo CMandagie- what an amazing story Nov…. Bravo!! It’s narrated very well, fulfils the people’s curiousity but at the same time makes their desire to visit Tassie even more. Lovely… Btw, was it you as the cover of the magazine? so gorgeous!! Keep up the wonderful works my beautiful friend, xoxo
    May 1 at 5:37am via Facebook Mobile · Like: Fhj Dien Mantab skali…bisa jadi referensi buat ke Tasmania (beberapa teman sebelumnya merekomendasikan tapi belum terlalu yakin)…
    May 1 at 5:57am · Like: Eyi Rampengan You really really super woman! You can do anything smart narrated!, interesting story, fantastik photos! Keep up the good job!!!
    Proud of you!! Xx
    May 1 at 6:15am · Like: Retno Tyas My fav cartoon character )
    May 1 at 6:21am · Like: Tetty Schoe-Taroli Jadi pengen banget mencicipi Pinot Noir Freycinet, The Pirie & Domaine and maen ama Tasmanian Devil (not wear Prada)
    Funtastic job N, love it!! Btw, cerita apa Ariel & Luna Maya? jadi kewong mereka?
    May 1 at 10:16am · Like: Tetty Esther Rampengan ‎4 thumbs up Nov… gregorius traveller.. !!, Nti qt lia lgsg d femina slnya langganan, but sampe kmrn blum ada maklum d mdo, telat nyampe…
    May 1 at 10:36am via Facebook Mobile · Like: Deby R. Williams Looking forward to seeing more beautiful pics Nov:)
    May 1 at 11:21am · Like: Nez Dn thank you all! glad you are enjoying the article.
    May 1 at 11:37am · Like: Cristian Rahadiansyah Great stuff. Judulnya lumayan provokatif ya utk standar Femina. Really like ur article.
    May 1 at 4:56pm · Like: Nez Dn thanks Cris- i was surprised jug sih mereka ok dengan my provoke title:) glad you like the article.
    May 1 at 11:50pm · Like: Alfa Singkoh Great article N!Jd pengen kasana..iyo..baca akang kwa tu Ariel deng Luna Maya pe cirita.Nda ada femina kasiang disini hihi..
    May 2 at 9:47pm · Like: Venda Mokoagow bikin novel nya donkkkkk… kumpulan cerita2 yang udah muat di majalah… kalo baca selalu jadi pengen jalan dech…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s